MIMIKA – Sebuah video berdurasi 4 menit 29 detik mendadak menggegerkan jagat WhatsApp publik di Mimika, Papua Tengah, pada Senin (18/8/2025) siang.
Dalam video itu, seorang pria yang mengaku sebagai Ketua KKSS Mimika Timur dengan nada tegas melontarkan pernyataan mengejutkan bahwa Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, tertangkap basah berada di rumah seorang perempuan pada tengah malam, Minggu (17/8/2025).
“Iya, tadi malam, kurang lebih jam setengah 12, kami dapat di rumah itu pintu ditutup, lampu dimatikan. Itu kalau di dalam aturan orang berkeluarga, pak bupati, saya minta maaf selaku Ketua KKSS Mimika Timur, bahwa aturan kita umat beragama tidak boleh bertamu lewat dari jam 9 malam,” ujarnya dalam rekaman yang kini viral.
Ketua KKSS Mimika Timur, yang juga merupakan keluarga besar pihak perempuan, bahkan mendesak agar Bupati Mimika segera turun tangan.
“Saya berharap bupati tolong proses secara hukum karena dia (Bakri) selaku Kepala Distrik Mimika Timur telah mencoreng nama baik kami sebagai orang-orang Bugis, sebagai keluarga besar. … Makanya saya memohon kepada bapak bupati, tolong kalau perlu dipecat saja,” tegasnya.
Kepada Galeripapua.com melalui sambungan telepon, Ketua KKSS Mimika Timur membeberkan detik-detik penangkapan. Ia mengaku curiga setelah melihat mobil Kepala Distrik terparkir di rumah sang perempuan.
“Jadi kejadiannya itu, tadi malam saya dari Timika jam 11. Saya lihat mobilnya pak camat di rumahnya perempuan itu, keponakan saya. Saya tidak enak perasaan, karena artinya sudah berapa hari itu, malam Minggu ada juga. Baru apa lagi kan yang perempuan itu ada suaminya di Ternate. Sedangkan pak camat ini juga ada istrinya,” bebernya.
Kecurigaan berubah jadi konfrontasi ketika pintu rumah terkunci rapat dan lampu dimatikan.
“Namanya kita bertamu kan ada batas waktunya. Mungkin jam 9 ke atas itu tidak bisa lagi. Apa lagi dia masuk di dalam rumah itu tutup pintu, matikan lampu. Sampai dia keluar, kami tangkap,” lanjutnya.
Narasi video viral itu semakin panas ketika ia menggambarkan momen Kepala Distrik keluar rumah dalam kondisi panik.
“Saya dengan keluarga besar dapat dia keluar tutup badan, tutup kepalanya, saya dapat dengan anak-anak semua. Semoga pak bupati bisa tindak tegas sesuai dengan proses hukum. Kalau perlu dipecat saja, jangan bikin malu-malu seorang pemerintahan di Mimika Timur,” tandasnya.
Tak Terima, Bakri Athoriq Angkat Suara
Tudingan tersebut buru-buru dibantah Bakri Athoriq. Bakri menegaskan tidak pernah melakukan tindakan asusila sebagaimana dituduhkan.
“Itu tidak benar. Malam itu saya hanya singgah makan di rumah pegawai honorer itu, dan ada anak laki-lakinya di sana. Setelah itu saya pulang,” jelasnya.
Menurut Bakri, begitu ia keluar rumah, sekelompok warga sudah menunggu di luar dan menuduhnya tanpa memberi kesempatan menjelaskan. Situasi sempat ricuh hingga ia mengaku mengalami pemukulan.
“Video dan kabar yang beredar tidak sesuai fakta,” katanya.
Bakri menegaskan siap memberikan keterangan resmi kepada kepolisian. “Kalau ada laporan, saya siap hadapi. Tapi kalau tidak, saya balik melapor soal penyebaran video dan tuduhan yang mencemarkan nama baik saya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar publik tidak terjebak pada informasi simpang siur, apalagi di momen peringatan HUT ke-80 RI.
“Saya berharap persoalan ini diselesaikan sesuai aturan hukum. Jangan sampai hoaks merugikan banyak pihak,” katanya.
Menunggu Langkah Bupati Mimika
Hingga kini, Bupati Mimika belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Ketua KKSS Mimika Timur mendesak pemerintah daerah bertindak tegas. Pihak keluarga juga mengaku telah mangajukan laporan polisi, namun pihak kepolisian belum juga menerbitkan laporan tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik Mimika Timur. Di satu sisi, ada tekanan moral dari kelompok masyarakat yang merasa harga dirinya tercoreng.
Di sisi lain, sang camat menuding balik bahwa ia menjadi korban fitnah. Ujung perkara tampaknya akan ditentukan di meja penyidik kepolisian.










