OPM Bakar Sekolah dan Puskesmas: Aparat Sebut Warga Kiwirok Justru Butuh Perlindungan

Endy Langobelen

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPM Bakar sekolah dan Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Pen Koops Swasembada)

OPM Bakar sekolah dan Puskesmas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Pen Koops Swasembada)

PEGUNUNGAN BINTANG – Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (29/9/2025).

Serangkaian serangan yang dilancarkan kelompok tersebut menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Menurut informasi yang diterima dari Papen Koops Swasembada, Letda Chk Iqbal Fauzan, OPM menargetkan aparat keamanan serta warga sipil dalam aksinya. Sejumlah fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas dilaporkan dibakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam kurun waktu empat hari terakhir, kelompok OPM di Distrik Kiwirok melakukan beberapa aksi kekerasan, di antaranya penyerangan terhadap pos aparat keamanan, pembakaran sekolah, pembakaran Puskesmas Distrik Kiwirok, serta teror dan intimidasi terhadap masyarakat sipil,” kata Letda Chk Iqbal Fauzan, Senin (29/9/2025).

Aksi kekerasan tersebut menambah daftar panjang serangan yang dilakukan OPM di wilayah pegunungan terpencil Papua.

Baca Juga :  Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Pimpinan OPM Kodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, secara terbuka mengakui bahwa kelompoknya berada di balik penyerangan dan pembakaran fasilitas publik di Kiwirok.

Meski kelompok itu menuding aparat keamanan bertindak semena-mena dan tidak diinginkan oleh masyarakat, laporan di lapangan menunjukkan situasi berbeda.

Menurut Letda Iqbal, aparat keamanan justru berperan aktif dalam menjaga keamanan dan membantu pelayanan sosial di wilayah-wilayah pedalaman.

“Selama ini masyarakat Distrik Kiwirok hidup berdampingan secara damai dengan aparat keamanan, yang bahkan turut berperan dalam pelayanan sosial, termasuk di bidang kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Di banyak daerah terpencil Papua, aparat keamanan disebut kerap berinisiatif menjadi tenaga pendidik maupun tenaga kesehatan.

Hal itu dilakukan karena keterbatasan tenaga profesional dan sulitnya akses menuju wilayah-wilayah pegunungan.

Sementara itu, OPM terus menyebarkan narasi melalui berbagai saluran komunikasi tidak resmi, yang oleh aparat disebut sarat dengan propaganda dan klaim palsu.

Baca Juga :  Uskup Timika: Lima Akar Konflik Papua dan Desakan untuk Rekonsiliasi serta Investigasi Independen

Dalam pesan-pesan mereka, kelompok tersebut menuntut agar aparat keamanan menghentikan peran sosialnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Namun, menurut aparat dan pemerintah daerah, peran tersebut justru vital bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan publik.

Letda Iqbal menegaskan bahwa aparat keamanan akan tetap hadir dan melaksanakan tugasnya untuk melindungi warga.

“Pemerintah daerah dan aparat keamanan berkomitmen untuk terus hadir, melindungi masyarakat, serta memastikan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap berjalan meskipun berada di tengah tekanan dan ancaman dari kelompok separatis,” tegasnya.

Aksi kekerasan di Kiwirok bukan kali pertama terjadi. Distrik yang berada di perbatasan Papua dengan Papua Nugini itu berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata sejak beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, aparat keamanan memastikan situasi tetap terkendali dan pelayanan dasar bagi warga akan terus dilanjutkan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT