CEK FAKTA: ‘Awan Jatuh’ di Oksibil Ternyata Busa Latihan Pemadam Bandara

Endy Langobelen

Minggu, 7 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gumpalan putih yang disangka awan oleh warga Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Gumpalan putih yang disangka awan oleh warga Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

PEGUNUNGAN BINTANG — Jagat maya Papua dihebohkan dengan beredarnya video sebuah gumpalan putih menyerupai awan yang tampak berada di atas permukaan tanah pada beberapa titik di area Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Minggu (7/12/2025) pagi.

Dalam video amatir itu, seorang pria terdengar menyebut bahwa “awan jatuh” di kawasan bandara, bahkan mengklaim ada lebih dari satu gumpalan.

Video tersebut kemudian meluas ke Facebook dan berbagai grup WhatsApp publik, memicu beragam spekulasi warganet, termasuk dugaan bahwa gumpalan itu adalah salju.

Namun hasil penelusuran Galeripapua.com memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah awan maupun salju, melainkan busa hasil latihan pemadaman kebakaran oleh Unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Bandara Oksibil.

Kepala PKP-PK Bandara Oksibil, Alex Asabo, menegaskan bahwa gumpalan putih itu muncul sebagai akibat dari latihan rutin yang dilakukan sehari sebelumnya.

“Jadi itu bukan awan yang jatuh. Itu kemarin kami dari unit PKP-PK mengadakan latihan basah menggunakan busa. Makanya busa itu dia jadi mengembang,” jelasnya melalui sebuah video klarifikasi.

Baca Juga :  Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika

Ia menambahkan, kesalahpahaman masyarakat kemungkinan muncul karena belum memahami jenis busa yang digunakan dalam latihan pemadaman.

“Mungkin saudara-saudara yang belum paham tentang itu makanya mereka bilang itu awan. Sebenarnya bukan awan, itu dari busa kami yang kami lakukan untuk pemadaman kemarin,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup
Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR
Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika
Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika
Pemuda Terpeleset Saat Memancing, Ditemukan Meninggal di Perairan Poumako
Karyawan Freeport Meninggal Dunia dalam Insiden Gangguan Keamanan di Grasberg
Petugas Sampah Mogok Kerja, Sampah Menumpuk di Jalanan Timika
KM Jaya Baru Tenggelam Dihantam Ombak di Muara Poumako Mimika

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:04 WIT

Lagi, Pendulang di Mimika Blokir Jalan Akibat Toko Emas Tutup

Senin, 23 Maret 2026 - 15:30 WIT

Dramatis di Muara Bokap, 8 Penumpang Kapal Karam Diselamatkan Tim SAR

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:32 WIT

Ngebut Subuh Hari, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pagar di Mimika

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:00 WIT

Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika

Senin, 16 Maret 2026 - 23:25 WIT

Pemuda Terpeleset Saat Memancing, Ditemukan Meninggal di Perairan Poumako

Berita Terbaru

Seorang pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, pada Minggu (29/3/2026) dini hari. (Foto: Istimewa)

Hukrim

Sadis! Pria di Mimika Tewas Ditembus Belasan Anak Panah

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:40 WIT

Situasi di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. dok. Istimewa

Utama

Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 19:45 WIT

Kapolsek Mimika Barat Inspektur Polisi Dua Muhamad Yani, berdialog dengan warga di Kapiraya, Mimika Barat Tengah. dok. Polsek Mimika Barat

Hukrim

Polisi Pastikan Tak Ada Pengungsian di Kapiraya

Sabtu, 28 Mar 2026 - 18:33 WIT