Pemkab Puncak–Mimika Fasilitasi Perdamaian Konflik Kwamki Narama, Senin Prosesi Adat

Ahmad

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai pertemuan di Pendopo, Jalan Cenderawasih, Sp3, Mimika, Papua Tengah, Jumat (9/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Foto bersama usai pertemuan di Pendopo, Jalan Cenderawasih, Sp3, Mimika, Papua Tengah, Jumat (9/1/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak bersama Pemkab Mimika memfasilitasi kesepakatan damai konflik berkepanjangan antara kelompok Dang dan Newegalen di Distrik Kwamki Narama.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tertutup yang digelar di Pendopo, Jalan Cenderawasih, SP3, Mimika, Papua Tengah, Jumat (9/1/2026).

Pertemuan tersebut menjadi titik temu lanjutan setelah serangkaian pendekatan yang sebelumnya dilakukan pemerintah kepada masing-masing kelompok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pejabat hadir dalam agenda ini, antara lain Wakil Bupati Puncak, Naftali Akwal; Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Puncak, Nenu Tabuni; Bupati Mimika, Johannes Rettob; Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong; serta waemum atau tokoh perang dari kedua kubu yang bertikai.

Pantauan media ini, pertemuan yang dimulai pada siang hari itu sempat mengalami keterlambatan akibat kendala teknis.

Aparat keamanan dari Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Papua Tengah terlihat siaga di dalam ruangan hingga halaman pendopo guna memastikan jalannya pertemuan berlangsung aman dan kondusif.

Baca Juga :  Intensifikasi Pangan Jelang Nataru, Loka POM Mimika Musnahkan Ribuan Produk

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan damai yang akan dipertegas melalui prosesi adat.

Ia menegaskan, pada hari Senin, 12 Januari 2026 mendatang, akan dilakukan prosesi adat patah anah dan belah kayu sebagai tanda berakhirnya konflik.

“Ini konflik keluarga dan kita sudah selesaikan hari ini, dan hari ini juga kita sudah menyatakan perdamaian. Perdamaian itu dibuat dalam bentuk berita acara tetapi nanti ditandatangani di hari Senin,” tutur Johannes.

Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, pada kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya kedua kelompok yang terlibat konflik, karena telah sepakat untuk mengakhiri pertikaian.

Naftali berharap tidak ada lagi gejolak pascaperdamaian yang dipicu oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berpotensi merusak kesepakatan yang telah dicapai.

Ia juga menegaskan agar warga dari kedua kelompok yang secara administrasi kependudukan tercatat sebagai warga Kabupaten Puncak dapat kembali ke wilayah asalnya masing-masing.

Baca Juga :  Ratusan Mahasiswa Kepung DPRK Mimika, Sampaikan 7 Tuntutan Soal Papua

“Selesai perdamaian mereka harus kembali ke daerah masing-masing. Sedangkan penduuduk yang terdaftar di sini, mereka tetap di sini, mereka harus aman,” imbuh Wabup Naftali.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menegaskan bahwa pemerintah aktif dan konsisten dalam menangani konflik tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pada awal pekan lalu pemerintah telah melakukan pendekatan kepada masing-masing kelompok secara terpisah selama dua hari berturut-turut.

“Jadi, tahapan ini adalah tahapan ketiga dimana kita sudah melakukan pendekatan antara kedua belah pihak, ada titik terang dimana mereka ingin damai,” imbuhnya.

Nenu menambahkan, setelah tahapan perdamaian ini, setiap bentuk konflik lanjutan tidak lagi akan ditoleransi. Pemerintah, kata dia, akan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk bertindak tegas tanpa memandang konflik tersebut sebagai perang adat atau bentuk lain.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Rabu, 2 September 2026 - 15:46 WIT

Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga

Berita Terbaru

Tim Inafis Polres Mimika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah pria bersimbah darah di Jalan Cenderawasih, SP 2, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di SP 2 Mimika

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:08 WIT