MIMIKA – Dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan inovasi anak muda di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terus menguat.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika menyatakan kesiapan mereka untuk mendampingi Tifa Creative dalam mengembangkan berbagai program inovasi, khususnya di sektor UMKM dan seni budaya.
Komitmen tersebut mengemuka saat Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, bersama jajaran BRIN dan BRIDA Mimika mengunjungi Sekretariat Tifa Creative di Timika, Papua Tengah, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan yang tiba sekitar pukul 14.11 WIT disambut hangat dengan tarian seka khas Suku Kamoro yang dibawakan anak-anak binaan Tifa Creative. Pertemuan kemudian berlangsung dalam suasana akrab dan penuh gagasan di lantai dua sekretariat.
Dalam diskusi tersebut, Tifa Creative memperkenalkan berbagai program yang telah dijalankan, termasuk persiapan pelaksanaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) yang akan digelar pada Juli mendatang.

Berbagai peluang kolaborasi antara komunitas kreatif, pemerintah daerah, dan BRIN turut menjadi pembahasan utama.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, mengapresiasi langkah Tifa Creative yang aktif membangun komunikasi dengan BRIN.
“Kami apresiasi karena Tifa Creative berkomunikasi dengan BRIN. Hari ini kita berdiskusi, bersilaturahmi, saling mencari informasi, kira-kira apa yang bisa dikoordinasikan,” ujarnya.
Menurut Yopi, kreativitas dan inovasi menjadi modal utama yang perlu terus diperkuat. Ia mendorong Tifa Creative untuk memanfaatkan berbagai fasilitas dan program yang dimiliki BRIN, termasuk pendampingan bagi pelaku usaha pemula dan UMKM.
“Kami siap mendukung kreativitas dari pemuda untuk daerah di Kabupaten Mimika ini,” katanya.
Selain pengembangan UMKM, BRIN juga melihat potensi besar dari sektor seni dan budaya lokal. Yopi menilai berbagai ekspresi budaya seperti tarian, desain, hingga karya kreatif lainnya merupakan bagian dari kekayaan intelektual komunal yang perlu dilindungi dan dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya, tarian, desain dan lain-lain itu perlu dilindungi dan didaftarkan kekayaan intelektualnya agar nanti bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan promosi berbagai kegiatan kreatif yang ada di Mimika.

Menurutnya, pelaksanaan Timika Inside Festival of Art dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan kreativitas anak muda Papua kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk melalui siaran langsung dan platform digital.
Sementara itu, Kabid Penelitian dan Pengembangan BRIDA Mimika, Elcardobes S., mengatakan pihaknya siap mendampingi Tifa Creative dalam menyiapkan proposal pengembangan UMKM yang akan diajukan ke BRIN.
“Dalam waktu dekat ini kan ada event untuk pengajuan proposal terkait UMKM. Kami akan mendampingi. Kebetulan tadi dari BRIN juga akan membantu mendampingi. Dalam bulan ini kami bantu Tifa Creative untuk bisa memasukkan proposal ke BRIN,” ujarnya.
Elcardobes mengungkapkan Tifa Creative menjadi komunitas pertama yang menjalin komunikasi intensif dengan BRIDA sejak lembaga tersebut terbentuk di Mimika.
“Ke depan kami tidak menutup diri. Siapa pun bisa kami dampingi. Kami memang mencari anak-anak muda kreatif yang memiliki inovasi untuk dikembangkan bersama,” katanya.
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, menyambut positif dukungan yang diberikan BRIN dan BRIDA. Menurutnya, pertemuan tersebut membuka peluang baru bagi komunitas kreatif dan UMKM binaan Tifa Creative untuk mengembangkan ide-ide inovatif yang berpotensi mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
“Kita membahas tentang inovasi dan bagaimana teman-teman binaan Tifa Creative, khususnya UMKM, bisa mengembangkan inovasi baru yang nantinya dapat dibantu oleh BRIN maupun BRIDA,” ujarnya.
Dina mengatakan pihaknya akan segera menyusun berbagai gagasan dan inovasi yang dapat dikolaborasikan bersama BRIDA dan BRIN sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem inovasi dan ekonomi kreatif di Mimika, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui dukungan riset, teknologi, dan pendampingan berkelanjutan.








