Disperindag Mimika Sidak Pasar, Temukan Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu

Ahmad

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, melaksanakan sidak di lapak seorang pedagang Pasar Sentral Timika, Rabu (18/3/2026). (Foto: Disperindag Mimika)

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, melaksanakan sidak di lapak seorang pedagang Pasar Sentral Timika, Rabu (18/3/2026). (Foto: Disperindag Mimika)

MIMIKA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga cabai rawit merah di Pasar Sentral Timika mengalami lonjakan signifikan, bahkan menembus Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Kenaikan harga ini terungkap saat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tersebut, Rabu (18/3/2026).

Dalam sidak itu, Disperindag menemukan bahwa pasokan cabai rawit lokal sebenarnya dalam kondisi melimpah. Produksi petani masih tinggi seiring masa panen yang berlangsung.

Namun, tingginya permintaan dari luar daerah dengan harga jual yang lebih tinggi justru memicu berkurangnya stok di dalam wilayah Mimika. Kondisi ini berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat pedagang.

“Jadi, cabai rawit dari Timika dikirim ke luar daerah dengan harga yang lebih mahal,” kata Sabelina dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Kamis (19/3/2026).

Baca Juga :  Sampah Petasan Cemari Timika Usai Tahun Baru, DLH Catat 100 Ton Limbah dalam Dua Hari

Ia menegaskan, fenomena ini akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang rentan terhadap inflasi.

Disperindag juga tengah mempertimbangkan langkah strategis, termasuk kemungkinan pembatasan distribusi komoditas ke luar daerah guna memastikan ketersediaan dan kestabilan harga di pasar lokal.

Langkah tersebut tidak hanya difokuskan pada cabai rawit, tetapi juga komoditas penting lainnya yang berpotensi mengalami gejolak harga.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya
Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik
Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIT

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT