Bupati Mimika Pastikan Stok LPG Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Ahmad

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kelangkaan gas LPG ukuran 12 kilogram dalam dua pekan terakhir di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu kekhawatiran masyarakat.

Gangguan distribusi yang dipicu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah disebut berdampak hingga ke pasokan energi rumah tangga di daerah.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang berpotensi memperparah kelangkaan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, dua dari tiga agen resmi LPG di Mimika sempat mengalami kekosongan stok. Saat ini, distribusi mulai berangsur pulih setelah salah satu agen menerima pasokan dari Sulawesi, sementara agen lainnya masih menunggu jadwal kedatangan kapal.

Baca Juga :  604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Menariknya, kelangkaan hanya terjadi pada LPG ukuran 12 kilogram. Sementara itu, stok untuk ukuran 5,5 kilogram dan 50 kilogram dilaporkan masih dalam kondisi aman.

Untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga oleh spekulan, pemerintah daerah mengambil langkah pengawasan ketat dengan memusatkan penjualan di gudang agen, yang dijaga oleh personel Satpol PP.

Bupati Johannes Rettob memastikan bahwa pasokan tambahan sudah mulai masuk, meski masih terbatas.

“Masyarakat Mimika, saya harap jangan panic buying, ya. Sekarang mereka bicara tentang gas LPG habis, tidak usah khawatir. Masyarakat Mimika tetap tenang karena gas LPG kemarin baru turun 700… 700 yang 12 kilo,” jelas Johannes, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga :  Dividen PTFI untuk Pemda Masih Menjadi Mimpi Panjang

Ia menegaskan, pengelolaan distribusi dilakukan dengan prinsip pemerataan agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan akses tanpa adanya penimbunan.

“Kita jaga stok, tidak boleh ada yang ambil lebih daripada itu… itu stoknya,” tambahnya.

Pemkab Mimika juga memberikan kepastian bahwa krisis pasokan ini bersifat sementara. Berdasarkan data manifest logistik, sebanyak 3.000 hingga 5.000 tabung LPG dijadwalkan tiba di Mimika pada 13–14 April 2026.

“Jadi bilang masyarakat, kamu tulis ya, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir dengan gas itu, ya. Gas LPG tersedia berbagai ukuran mulai tanggal 13 ke atas,” tegas Johannes.

Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat akan kembali stabil dalam waktu dekat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya
Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik
Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIT

Bantuan Pembuatan Kandang Dukung Pengembangan Ternak Babi Abelom Kogoya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Daya Rusak El Nino dan Kabut Asap di Mimika: Ancaman Gagal Panen Petani Hidroponik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Berita Terbaru

Penangkapan DPO tersangka penembakan karyawan Freeport di Mimika. (Foto: Satgas ODC)

Hukrim

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Okt 2026 - 04:32 WIT