Duta Bahasa Papua Gaungkan Bahasa sebagai Jembatan Peradaban

Ikbal Asra

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 bersama Dewan Juri tampil pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Papua di Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 bersama Dewan Juri tampil pada Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Papua di Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Jayapura, GaleriPapua – Balai Bahasa Papua terus memperkuat upaya pembinaan kebahasaan di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui ajang Pemilihan Duta Bahasa Papua 2026 yang rutin digelar setiap tahun dan menjadi bagian dari program nasional Balai Bahasa di seluruh Indonesia.

Program ini menjangkau peserta dari seluruh Tanah Papua, yang meliputi enam provinsi. Namun pada tahun ini, finalis yang berhasil lolos seleksi berasal dari lima provinsi, yakni Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate, mengatakan ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda dalam bidang kebahasaan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus didorong untuk melestarikan bahasa daerah di tengah tantangan globalisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apalagi di Tanah Papua terdapat 428 dari total 729 bahasa daerah di seluruh Indonesia. Karena itu, peran Duta Bahasa sangat strategis untuk kami libatkan sebagai mitra. Selain itu, mereka juga harus mampu menguasai bahasa asing di era kemajuan saat ini,” kata Lovina di Jayapura, Sabtu, 11 April 2026.

Baca Juga :  LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Papua menghadapi ancaman serius kepunahan bahasa daerah. Jumlah bahasa yang banyak tidak sebanding dengan jumlah penuturnya yang kian menyusut.

“Serius sekali. Bahasa daerah di Papua itu banyak, tetapi penuturnya sangat sedikit. Saat kami memetakan bahasa Yaur di Nabire, penuturnya masih ada, tetapi tidak lagi bisa menuturkannya. Kami hanya mengumpulkan sekitar 60 kosakata,” ungkap Valentina. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena bahasa daerah tidak lagi dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga perlahan kehilangan penuturnya.

Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berencana menggelar Kongres Bahasa Daerah tingkat nasional untuk pertama kalinya di Papua. Forum ini akan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjadi ruang pertemuan untuk membahas masa depan bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan.

Valentina berkata, penyelenggaraan kongres tersebut tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua. Menurut dia, dukungan dari pemerintah daerah di enam provinsi menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah. “Ini akan menjadi kerja bersama dengan pemerintah daerah se-Tanah Papua. Dukungan dari enam provinsi sangat serius,” ujarnya

Baca Juga :  Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua

Tahun ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata Valentina Lovina Tanate, akan menggelar Kongres Bahasa Daerah tingkat nasional untuk pertama kalinya di Papua. Forum ini akan menghadirkan peserta dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi ruang pertemuan untuk membicarakan masa depan bahasa daerah.

Menurut Valentina, penyelenggaraan kongres tersebut akan melibatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah di seluruh Tanah Papua. Ia menilai dukungan dari pemerintah daerah di enam provinsi menunjukkan keseriusan bersama dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah. ““Itu nanti akan kolaborasi dengan pemerintah daerah se – Tanah Papua. Jadi dukungan pemda dari enam provinsi ini sangat serius,” tuturnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Papua, Ra’fatul Mulkiyah menyatakan para finalis yang hadir adalah putra-putri terbaik Papua yang membawa harapan besar untuk menyatukan kearifan lokal dengan kemajuan global, serta memperkenalkan wajah Papua yang cerdas, berbudaya dan percaya diri kepada dunia “harapan saya kepada generasi muda Papua lebih mencintai bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa ibu,” katanya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TIFA 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lomba Yospan dan Tari Nusantara Tingkat Nasional
36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua
KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day
Event TIFA Cetak Prestasi Nasional, Raih Piagam Kekayaan Intelektual dari Kemenkum
Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026
Festival Ramadan IPMB Season 3 Semarak di Mimika, 160 Peserta Ikuti Berbagai Lomba Islami
HPN 2026: Presiden Prabowo Soroti Tantangan AI dan Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Lomba Tari Antarsekolah Warnai Dies Natalis ke-20 Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:32 WIT

TIFA 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lomba Yospan dan Tari Nusantara Tingkat Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:24 WIT

36 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Jumat, 24 April 2026 - 21:56 WIT

Event TIFA Cetak Prestasi Nasional, Raih Piagam Kekayaan Intelektual dari Kemenkum

Minggu, 12 April 2026 - 06:01 WIT

Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026

Berita Terbaru

Bangunan Gereja Katolik di Kampung ILS Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah, terbakar pada Rabu (27/5/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkap layar video amatir warga)

Peristiwa

Gereja Katolik di Poumako Mimika, Papua Tengah Terbakar

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:29 WIT

Dinas Lingkungan Hidup bersama PT Freeport Indonesia melakukan pembersihan sungai yang di penuhi sampah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Freeport

DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:15 WIT