MIMIKA – Guyuran hujan tak mampu menghentikan semangat ratusan pelaku seni dan budaya saat pembukaan pelaksanaan Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Kamis (2/7/2026).
Sebelum pembukaan resmi, sebanyak 137 kelompok peserta terlebih dahulu mengikuti karnaval budaya yang menyusuri Jalan Belibis, Jalan Yos Sudarso, Jalan Cenderawasih, hingga Jalan Budi Utomo sebelum kembali ke Gedung Eme Neme Yauware.
Beragam busana adat Nusantara, batik Papua, hingga kostum kreatif mewarnai parade tersebut. Sepanjang perjalanan, para peserta menampilkan tarian khas Papua seperti Yospan dan Seka yang mengundang perhatian masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski hujan turun sejak parade berlangsung, semangat para peserta tidak surut. Setibanya di lokasi festival, mereka tetap menari Yospan bersama di bawah guyuran hujan sebelum acara pembukaan dimulai.
Pembukaan TIFA 2026 ditandai dengan pemukulan tifa oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, yang hadir mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.
Dalam sambutannya, Fransiskus mengatakan TIFA kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival seni. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang mempererat persatuan, melestarikan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Mengusung tema “Bernada dalam Gerak, Menebus Irama dan Mengukir Prestasi”, TIFA 2026 diharapkan mampu melahirkan kreativitas, prestasi, dan kolaborasi antarpelaku seni serta budaya.
“Seni memiliki peran penting sebagai perekat persatuan, pelestari budaya, sekaligus ruang untuk melahirkan kreativitas dan prestasi,” ujarnya.
Fransiskus juga memberikan apresiasi kepada Tifa Creative, panitia, relawan, sponsor, komunitas seni, serta seluruh pihak yang konsisten menyelenggarakan festival tersebut sejak pertama kali digelar pada 2019.
Ia menilai Mimika memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, seni tari, musik tradisional hingga kerajinan tangan yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“TIFA telah menjadi etalase budaya Mimika,” katanya.
Selain menjadi panggung seni, festival ini juga memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran peserta dan pengunjung dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, transportasi, perhotelan, hingga berbagai usaha kreatif lainnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjut Fransiskus, berkomitmen terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Art Director Tifa Creative, Alfo Smith, mengatakan TIFA 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan. Selain berbagai perlombaan seni, festival tahun ini diperkuat dengan pameran budaya dan keterlibatan sekitar 30 pelaku UMKM.
Setiap daerah peserta menampilkan produk kerajinan serta kekhasan budayanya sehingga keberagaman budaya Papua dapat dinikmati dalam satu festival.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Mimika, Merauke, Nabire, Biak, Deiyai, dan Puncak. Mereka akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari tarian yospan hingga fashion show yang dinilai oleh dewan juri profesional dari Jayapura, Bali, dan Jakarta.
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, mengatakan TIFA terus melakukan inovasi setiap tahun. Pada 2026, festival tersebut dijadwalkan kembali menerima penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata untuk ketiga kalinya.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi panitia untuk terus menghadirkan festival yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu inovasi baru tahun ini ialah kerja sama dengan Kementerian Hukum Wilayah Papua yang membuka layanan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku seni dan UMKM.
Melalui layanan tersebut, para seniman dan pelaku usaha dapat langsung mendaftarkan hak cipta atas karya mereka, mulai dari lagu, tarian hingga berbagai produk kreatif.
Dengan berbagai inovasi tersebut, TIFA 2026 diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai ajang promosi budaya Papua, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Mimika.







