Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030

Ahmad

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta mengikuti pemaparan materi oleh narasumber dalam kegiatan Penguatan Program Malaria dan Pemberian Primakuin Dosis Tinggi sebagai Terapi Radikal Malaria Vivax di Puskesmas Kabupaten Mimika, di Multipurpose Room Grand Tembaga Hotel, Jumat (24/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Para peserta mengikuti pemaparan materi oleh narasumber dalam kegiatan Penguatan Program Malaria dan Pemberian Primakuin Dosis Tinggi sebagai Terapi Radikal Malaria Vivax di Puskesmas Kabupaten Mimika, di Multipurpose Room Grand Tembaga Hotel, Jumat (24/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kabupaten Mimika, yang masih mencatat angka kasus malaria tertinggi di Indonesia, mulai menempuh langkah baru untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Mimika menguji coba pemberian Primakuin dosis tinggi sebagai terapi radikal untuk menangani Malaria Vivax.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan menuju target Indonesia bebas malaria pada 2030.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program tersebut dibahas dalam kegiatan “Penguatan Program Malaria dan Pemberian Primakuin Dosis Tinggi sebagai Terapi Radikal Malaria Vivax” yang digelar di Multipurpose Room Grand Tembaga Hotel, Timika, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan data kesehatan, Mimika masih berada di zona merah dengan Annual Parasite Incidence (API) di atas 100 per 1.000 penduduk.

Baca Juga :  Puskesmas Mapurujaya Temukan Lima Kasus DBD

Tingginya angka tersebut menempatkan Mimika sebagai salah satu wilayah prioritas dalam Rencana Akselerasi Nasional Eliminasi Malaria 2020–2026.

Kepala Dinas Kesehatan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Mimika, Linus Dumatubun, mengatakan pihaknya menggandeng Yayasan Pengembangan Kesehatan dan Masyarakat Papua (YPKMP) untuk melakukan evaluasi menyeluruh melalui forum Continuous Quality Improvement (CQI).

“Fokus utamanya adalah membedah efektivitas dua program kunci seperti penguatan sistem di lima Puskesmas (Timika, Timika Jaya, Wania, Pasar Sentral, dan Bhintuka) serta implementasi Terapi Baru Primakuin (TBP),” kata Linus.

Menurutnya, Terapi Baru Primakuin (TBP) menjadi perhatian utama karena membutuhkan ketepatan medis yang tinggi untuk memutus rantai infeksi Malaria Vivax yang kerap kambuh.

Ia menegaskan, forum evaluasi tersebut bukan sekadar agenda rutin administratif, melainkan ruang teknis untuk mengukur tingkat kepatuhan terapi serta memantau indikator keberhasilan secara presisi.

Baca Juga :  4 Daerah di Papua Tetapkan Peraturan Kawasan Tanpa Rokok

Dalam kegiatan itu, pakar kesehatan J. Rini Poespoprodjo memberikan pemaparan teknis terkait pelaksanaan terapi baru tersebut. Sementara Enny Kenangalem memimpin evaluasi pemantauan hari ketiga oleh kader kesehatan di lapangan.

Petugas laboratorium, tenaga farmasi, hingga dokter penanggung jawab poli juga dilibatkan secara aktif. Mereka didorong menggunakan metode Plan-Do-Study-Act (PDSA) guna menemukan solusi cepat terhadap berbagai kendala pelayanan malaria di fasilitas kesehatan.

Melalui evaluasi yang lebih ketat dan terukur ini, Dinkes Mimika berharap target eliminasi malaria tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya di Tanah Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat
Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat
Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas
Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika
RSUD Mimika Bangun Ruang Rawat Inap Baru, Kapasitas Layanan Ditingkatkan
Lintasi Jembatan Rapuh, Nakes di Mimika Pertaruhkan Nyawa Demi Pelayanan
Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Luncurkan Imunisasi Kejar

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIT

Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030

Kamis, 16 April 2026 - 12:26 WIT

Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat

Jumat, 10 April 2026 - 19:47 WIT

Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Rabu, 8 April 2026 - 19:42 WIT

Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Rabu, 8 April 2026 - 19:06 WIT

Stunting dan Malaria Jadi Ancaman Ganda bagi Anak di Mimika

Berita Terbaru