Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi

Kevin Kurni

Kamis, 25 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana kegiatan pengembangan Kelompok Kader Asuhan Mandiri Toga di Hotel Serayu, Kamis (25/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Suasana kegiatan pengembangan Kelompok Kader Asuhan Mandiri Toga di Hotel Serayu, Kamis (25/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus mendorong pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di tengah masyarakat melalui Workshop Pengembangan Kelompok Kader Asuhan Mandiri TOGA yang berlangsung di Hotel Serayu, Timika, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti sebanyak 30 kader Posyandu yang berasal dari lima kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Timika, yakni Kelurahan Otomona, Dingonarama, Kebun Sirih, dan Koperapoka.

Kepala Seksi Kesehatan Tradisional dan Komplementer Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Adolfina Tandilangan, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader mengenai manfaat, jenis, serta pengembangan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari upaya promotif, preventif, dan kuratif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu, bagaimana terlaksananya pengembangan asuhan mandiri toga di masyarakat, yaitu dengan materinya itu, bagaimana mereka mengenal tanaman obat keluarga, manfaatnya, dan jenis-jenisnya,” kata Adolfina saat ditemui usai kegiatan, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat keluarga sebenarnya telah dikenal sejak zaman nenek moyang dan menjadi bagian dari pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Lawan Malaria, Dinkes Mimika Akan Luncurkan Program El Matador

Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan mengenai tanaman obat keluarga mulai berkurang meskipun masyarakat masih sering memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa tanaman obat keluarga ini, sebenarnya sudah dari sejak nenek moyang kita dahulu itu sudah ada. Cuman, seiring waktu berjalan, dia sepertinya semakin tidak dikenal. Tetapi, tidak dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita juga yang ada sering menggunakan cuman, sebagai bahan informasi atau media promosi itu belum tersampaikan,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Mimika berharap seluruh Posyandu di wilayah Kabupaten Mimika nantinya memiliki kebun TOGA yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara mandiri.

Untuk mewujudkan program tersebut, Dinas Kesehatan mengundang sejumlah pihak lintas sektor, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Mimika dan Dinas Pertanian Kabupaten Mimika.

Adolfina menjelaskan dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan bibit tanaman obat yang nantinya akan dibagikan dan dikembangkan di lingkungan Posyandu.

Baca Juga :  Ribka Haluk Tegaskan ASN Dilarang Lakukan Demonstrasi

“Akan ada kerjasama untuk pelaksanaan ini. Karena memang kita tidak bisa jalan sendiri tanpa adanya dukungan dari lintas sektor,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program ini sementara difokuskan pada wilayah kerja Puskesmas Timika yang dipilih sebagai percontohan atau role model sebelum diterapkan di puskesmas lain, baik di wilayah perkotaan maupun pesisir Kabupaten Mimika.

“Sebenarnya kami rencanakan semua puskesmas wilayah kota yang 10 puskesmas. Cuma karena selama ini setelah kami evaluasi, puskesmas Timika menjadi role model dulu,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, para kader Posyandu diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi mengenai manfaat tanaman obat keluarga kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kader Pusyandu di wilayah kerja puskesmas Timika, mungkin pengaruhannya agar memberikan materi kembali untuk lingkungannya, harapannya itu. Jadi mereka jadi penyalur informasi, karena sumber kami juga ini dikembangkan dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKC Dompet Dhuafa Papua Akhiri Program Kesehatan Empat Tahun di Holtekamp
67 Kasus Kusta Ditemukan di Mimika hingga Agustus 2026
Menahan Gelombang Malaria di Mimika
Pemkab Mimika Siapkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC
Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini
Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien
6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD
Dinas Kesehatan Mimika Uji Kelayakan 6 Puskesmas Pesisir dan Pegunungan Jadi BLUD

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:11 WIT

67 Kasus Kusta Ditemukan di Mimika hingga Agustus 2026

Selasa, 22 September 2026 - 23:15 WIT

Menahan Gelombang Malaria di Mimika

Kamis, 17 September 2026 - 19:14 WIT

Pemkab Mimika Siapkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:02 WIT

Evaluasi Program Pusjaki dan Kaka Sehat, Dinkes Mimika Tekankan Hal Ini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:10 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Mutu Layanan Kesehatan Melalui Pelatihan ILP dan Orientasi Keselamatan Pasien

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT