MIMIKA — Aksi pembegalan kembali terjadi di Kota Timika, Papua Tengah. Seorang pria bernama Faris Rodolfo Nes yang diketahui berprofesi sebagai Staf Ahli Komisi IV DPRK Mimika menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal di Jalan Irigasi Ujung, tepatnya di depan lorong masuk Perumahan Rafless 3, Senin (4/5/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Perumahan Rafless 3 usai beraktivitas pada malam hari di tengah kondisi hujan deras.
Berdasarkan keterangan korban melalui sambungan telepon, ia sebelumnya bertolak dari Rich Kafe dan sempat singgah di rumah rekannya untuk meminjam helm sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi saya baru habis dari Kafe Rich sekitar jam 12 lewat. Saya menuju ke WR Soepratman, saya sempat singgah di teman untuk pinjam helm. Terus saya lanjut menuju rumah di Perumahan Rafless 3 di Jalan Irigasi Ujung,” ujar Faris kepada Galeripapua.com.
Setibanya di lokasi kejadian, korban memperlambat laju kendaraannya karena hendak berbelok masuk ke lorong perumahan.
Namun, situasi mendadak berubah ketika dua pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor mendekat dari arah belakang.
“Pas sampai di depan lorong masuk perumahan, saya kasih pelan gas motor karena mau belok toh. Tiba-tiba sa sadar ada motor dari belakang. Saya pikir itu warga perumahan juga,” jelasnya.
Tanpa diduga, kedua pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Korban menyebut serangan dilakukan secara beruntun dan mengarah ke bagian tubuhnya.
“Pas saya pelan itu mereka langsung potong (tebas) pakai parang. Mereka potong pertama kena helm. Potong kedua kena di spion, spion hancur. Yang ketiga itu kena tangan, terus kena badan belakang tapi untungnya saya punya belakang tebal pakai mantel jadi tidak apa-apa. Cuma tangan saja yang kena potong,” kata Faris.
Korban mengungkapkan bahwa pelaku berjumlah dua orang dengan ciri-ciri mengenakan pakaian berwarna hitam dan menggunakan sepeda motor matic berwarna hitam. Ia juga tidak mengetahui sejak kapan pelaku mulai mengikuti dirinya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian lengan tangan. “Sementara saya belum buat laporan polisi. Ini mau ke RSUD dulu untuk periksa luka di tangan, luka dalam kayaknya ini.”






















