Galeripapua, Jayapura – Anggota DPRK Mamberamo Raya jalur Otonomi Khusus (Otsus) Maria Rofek menyoroti bangunan Asrama Putri Mamberamo Raya di Kota Jayapura yang belum difungsikan meski telah dibangun sejak 2023. Menurut dia, pemerintah daerah perlu segera menyelesaikan persoalan yang menghambat penggunaan asrama agar mahasiswa tidak terus tinggal berpencar di kos-kosan dan rumah kontrakan.
Maria mengatakan kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan reses ke asrama putri Mamberamo Raya di Kampwolker Perumnas 3, Kota Jayapura. Dalam kunjungan itu, ia melihat bangunan asrama masih kosong sementara sebagian mahasiswa putri asal Mamberamo Raya tinggal di luar asrama dengan keterbatasan fasilitas.
“Hari ini saya bersama anak-anak mahasiswa putra dan putri Kabupaten Mamberamo Raya berada di asrama putri yang dibangun pemerintah daerah. Menurut informasi yang saya dengar, asrama ini sudah dibangun dari 2023, tapi sampai sekarang gedung ini tidak pernah dipakai,” kata Maria saat ditemui di lokasi asrama, Kota Jayapura, Senin, 25 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Politikus jalur Otsus itu menilai bangunan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah seharusnya segera dimanfaatkan untuk kebutuhan mahasiswa. Apalagi, kata dia, sebagian mahasiswa kini tinggal di rumah kontrakan dan kos-kosan dengan kondisi yang kurang layak.
“Ada yang tinggal di luar, tinggal di kos-kosan, tinggal di keluarga, dan cuma sedikit saja yang tinggal di rumah kontrakan,” ujarnya.
Maria juga menyoroti potensi kerusakan bangunan apabila terlalu lama dibiarkan kosong. Menurut dia, asrama yang tidak ditempati berisiko menjadi terbengkalai dan disalahgunakan. “Kalau terlalu lama dibiarkan, nanti bangunan ini rusak. Bisa jadi tempat orang kumpul dan dipakai hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Di sisi lain, Maria mengaku telah berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat tanah. Berdasarkan hasil komunikasi tersebut, pemilik lahan disebut tidak mempersoalkan apabila mahasiswa mulai menempati asrama. “Saya sudah koordinasi dengan yang punya tempat. Dia bilang anak-anak silakan tinggal, tidak ada masalah,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan Galeripapua di lokasi, bangunan Asrama Putri Mamberamo Raya terdiri atas tujuh pintu kamar di sisi kiri dan tujuh pintu kamar di sisi kanan. Di bagian tengah bangunan terdapat satu dapur umum yang rencananya digunakan bersama oleh penghuni asrama. Selain itu, tersedia dua ruangan gudang di sisi kiri dan kanan bangunan.
Meski bangunan telah berdiri, sejumlah fasilitas terlihat mulai mengalami kerusakan. Pada bagian atap, beberapa rangka plafon tampak terlepas dan menggantung. Kondisi kelistrikan di asrama juga terlihat tidak berfungsi setelah sejumlah kabel dan instalasi listrik terputus.
Sejumlah jendela kamar tampak dalam kondisi tidak terkunci, sementara jendela pada bagian dapur bahkan sudah tidak terpasang. Kondisi itu membuat bagian dalam bangunan terbuka dan rawan dimasuki orang luar.
Di bagian halaman, rumput liar mulai tumbuh menutupi area sekitar bangunan. Dinding asrama juga tampak dipenuhi coretan di beberapa bagian, memperlihatkan bangunan tersebut sudah lama tidak ditempati dan minim perawatan.






















