Dinkes Mimika Perkuat Pendampingan Lansia, 94 Nakes dan Kader Ikut Workshop Tujuh Dimensi

Ahmad

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Workshop tujuh dimensi lansia tangguh bagi tenaga kesehatan dan kader Kabupaten Mimika, di Ballroom Hotel Horison Ultima, Selasa (26/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Suasana Workshop tujuh dimensi lansia tangguh bagi tenaga kesehatan dan kader Kabupaten Mimika, di Ballroom Hotel Horison Ultima, Selasa (26/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam menghadapi tantangan meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) melalui workshop bertajuk Tujuh Dimensi Lansia Tangguh Bagi Tenaga Kesehatan dan Kader, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Ultima Mimika itu diikuti 94 peserta dari 26 Puskesmas se-Kabupaten Mimika.

Sekretaris Dinas Kesehatan Mimika, Dr. Sisma HL, mengatakan pembinaan lansia kini menjadi perhatian penting pemerintah daerah, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan bagi kelompok usia lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pembinaan dilakukan melalui tujuh dimensi utama, yakni spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan.

“Kenapa udah senior juga masih ada kegiatan? Karena namanya kita hidup, kita hidup itu selalu berusaha untuk selalu produktif,” kata Sisma saat membuka kegiatan.

Baca Juga :  Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Ia menegaskan, para lansia tetap perlu didorong agar mampu menjalani hidup secara mandiri dan produktif meski mengalami penurunan fungsi tubuh akibat faktor usia.

“Kalau kita tidak tahu ilmunya, kita tidak tahu dasarnya seperti apa, kita akan ya lansia dalam keadaan lansia yang tanpa ada pegangan,” ujarnya menambahkan.

Sisma menjelaskan, secara biologis dan hormonal, lansia mengalami penurunan fungsi fisik maupun emosional. Kondisi tersebut kerap diperparah dengan tekanan psikologis akibat kurangnya perhatian dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

Karena itu, melalui pendekatan tujuh dimensi, pemerintah daerah ingin memastikan lansia tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

“Walaupun misalnya ada yang lansia misalnya udah 70 tahun, 80 tahun menggunakan popok, tetapi dia masih bisa untuk dirinya sendiri, minimal dia bisa berjalan, produktif untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Pj Ketua TP-PKK Mappi Turun Langsung Ke Distrik Minyamur dalam Upaya Penurunan Stunting

Ia juga mengingatkan bahwa kelompok usia produktif saat ini akan memasuki fase pra-lansia dalam beberapa tahun mendatang. Untuk itu, tenaga kesehatan dan kader diminta menjadi motor penggerak edukasi di tingkat masyarakat.

“Harapan kami kegiatan ini bisa bermanfaat, bisa dikembangkan, bisa disosialisasikan ke tetangga atau nanti di lingkungan sekitar, minimal untuk diri kita sendiri,” pungkasnya.

Workshop sehari tersebut menghadirkan pemateri dari lintas sektor, di antaranya Dinas Sosial, RSUD Mimika, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan internal Dinas Kesehatan Mimika guna memberikan pendekatan pelayanan lansia yang komprehensif.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta
Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung
Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat
Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030
Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat
Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:13 WIT

Dinkes Mimika Perkuat Pendampingan Lansia, 94 Nakes dan Kader Ikut Workshop Tujuh Dimensi

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:27 WIT

Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:09 WIT

Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Berita Terbaru

Mahasiswa asal Kabupaten Mamberamo Raya bersama Anggota DPRK jalur Otonomi Khusus (Otsus) Maria Rofek berfoto di halaman Asrama Putri Mamberamo Raya di Kota Jayapura, Senin, 25 Mei 2026. Dalam kunjungan reses tersebut, mahasiswa meminta Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya segera merehabilitasi dan memfungsikan asrama yang terbengkalai sejak dibangun pada 2023. Galeripapua/ Ikbal Asra

Pendidikan

DPRK Temukan Asrama Putri Mamberamo Raya Terbengkalai sejak 2023

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:02 WIT