Freeport Gelontorkan Triliunan Rupiah per Tahun untuk Kelola Tailing

Kevin Kurni

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Dari kanan) Direktur Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus wamafma; Bupati Mimika, Johannes Rettob; dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong bertemu awak media usai mengunjungi stand yang ada di Expo Lingkungan di Halaman Eme Neme Yauware. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

(Dari kanan) Direktur Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus wamafma; Bupati Mimika, Johannes Rettob; dan Wakil Bupati, Emanuel Kemong bertemu awak media usai mengunjungi stand yang ada di Expo Lingkungan di Halaman Eme Neme Yauware. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan pengelolaan tailing hasil aktivitas pertambangan dilakukan secara terukur dan berkelanjutan melalui sistem khusus yang telah mendapat persetujuan pemerintah serta diawasi secara rutin.

Executive Vice President Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, mengatakan pengelolaan tailing menjadi salah satu program lingkungan terbesar yang dijalankan perusahaan selama lebih dari tiga dekade.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri pembukaan Expo Lingkungan Hidup di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Claus, tailing tidak dibiarkan mengalir begitu saja, melainkan ditempatkan pada area khusus yang telah ditetapkan dan mendapat izin pemerintah melalui dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Yang pertama, tailing itu kita kelola. Itu kata kuncinya. Tailing tidak dibiarkan mengalir, tetapi kita kelola dalam area khusus yang disebut deposition area dan telah mendapatkan izin pemerintah melalui AMDAL serta berbagai keputusan yang berlaku,” kata Claus.

Baca Juga :  Freeport dan UNIPA Lanjutkan Kerja Sama dalam Berbagai Bidang Pengembangan

Ia menjelaskan, seluruh material tailing dilokalisasi pada kawasan tertentu sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara terkontrol. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemantauan lingkungan secara berkala, baik dari aspek fisika maupun kimia.

“Kita kelola dan kita lokalisir di area tertentu, yang kedua, kita lakukan monitoring secara reguler, baik fisika, secara kimia, Itu kita lakukan secara reguler. Semua kita lakukan,” ujarnya.

Claus mengungkapkan, pengelolaan tailing melibatkan lebih dari lima divisi di lingkungan PTFI, mulai dari tim pengelolaan tailing, lingkungan, keamanan, hubungan masyarakat hingga berbagai tim teknis lainnya.

Bahkan, perusahaan mengalokasikan biaya yang tidak sedikit untuk mendukung pengelolaan tersebut. Setiap tahun, PTFI menggelontorkan anggaran sekitar 200 hingga 300 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp3,2 triliun hingga Rp4,9 triliun.

“Pengelolaan tailing ini hampir melibatkan lebih dari 5 divisi di PT Freeport untuk menangani tailing ini, dan biaya penanganannya itu kira-kira 200-300 juta dolar setahun,” jelasnya.

Baca Juga :  PTFI Sosialisasikan Pentingnya BK3N ke Para Pelajar di Mimika

Selain pengelolaan, Freeport juga terus mencari cara untuk memanfaatkan tailing agar memiliki nilai tambah. Saat ini, pasir tailing telah dimanfaatkan sebagai material konstruksi dan mendukung pembangunan di sejumlah daerah, seperti Merauke, Sorong, dan wilayah lainnya.

Perusahaan juga mengembangkan berbagai produk turunan, termasuk paving block dan material bangunan lainnya.

“Ini memang belum maksimal karena memang luarannya itu besar. Sehingga ini yang kita masih terus mencarikan cara untuk ini bisa dimanfaatkan. Ini sumber daya yang bisa kita manfaatkan,” katanya.

Claus menambahkan, pengelolaan tailing tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial, kesehatan, keamanan, hingga aktivitas ribuan pendulang yang berada di kawasan tersebut.

“Kemudian di Freeport sudah lebih dari 30 tahun ini seluruh divisi itu keroyokan bagaimana kita menangani tailing,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika
Kolaborasi Freeport dan Pemkab Mimika Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Lewat Pameran
PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional
Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka
DLH Mimika dan Freeport Bersihkan Sungai Tersumbat Sampah
8 Pemuda Suku Kamoro Lulus IPN, Siap Kerja di Industri Perhotelan
Freeport Setor Tambahan Dividen Untuk Pemprov dan 8 Kabupaten Se-Papua Tengah
Freeport dan UNCEN Luncurkan Inisiatif ‘Eksekutif Mengajar’

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIT

Freeport dan Masyarakat Kolaborasi Pulihkan Ekosistem Pesisir Mimika

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:45 WIT

Freeport Gelontorkan Triliunan Rupiah per Tahun untuk Kelola Tailing

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:35 WIT

Kolaborasi Freeport dan Pemkab Mimika Dalam Peringatan Hari Lingkungan Sedunia Lewat Pameran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:48 WIT

PSSI dan KNVB Rampungkan Coaching Clinic, Orbitkan Talenta Muda Mimika ke Panggung Internasional

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:50 WIT

Perkuat Ekosistem Pesisir Mimika, Freeport Tebar Bibit Baramundi dan Kepiting di Muara Tipuka

Berita Terbaru