MIMIKA – Sebanyak 35 peserta dari berbagai kategori mengikuti Karantina Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 yang digelar selama tiga hari, 20-22 Juni 2026, di Lotus Studio, Jalan Bougenville, Timika, Papua Tengah.
Kegiatan pra event yang diinisiasi Tifa Creative ini menjadi wadah pembinaan talenta muda Papua di bidang seni, budaya, dan industri kreatif sebelum pelaksanaan puncak TIFA 2026 pada 2-4 Juli mendatang.
Mengusung tema “Tong Satu Tong Kuat Menggerakkan Karya Anak Papua ke Layar Dunia”, para peserta dibekali berbagai keterampilan mulai dari public speaking, akting, sinematografi, hingga pemetaan bakat dan potensi diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski pembukaan resmi baru dilakukan pada Minggu (21/6/2026) oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya.
Samuel Yogi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung penuh penyelenggaraan TIFA karena dinilai mampu menjadi ruang pengkaderan generasi muda sekaligus sarana mengangkat budaya Papua ke tingkat yang lebih luas.
“TIFA bukan hanya dilaksanakan di Mimika, tetapi ke depan harus melibatkan seluruh enam provinsi di Tanah Papua. Ini merupakan ruang belajar, berproses, dan bertumbuh bagi generasi muda,” ujarnya.
Ia menilai TIFA telah memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM lokal.
Samuel mengaku masih mengingat bagaimana sejumlah pelaku UMKM, termasuk mama-mama Papua, mengalami peningkatan pendapatan melalui keterlibatan mereka dalam kegiatan TIFA sejak beberapa tahun terakhir.
“Pemerintah Kabupaten Mimika siap mendukung penuh TIFA 2026 maupun penyelenggaraan TIFA pada tahun-tahun berikutnya. Ini merupakan komitmen kami dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif di Mimika dan Papua Tengah,” katanya.
Dibekali Akting hingga Perfilman
Ketua Panitia TIFA 2026, Inri Mei Omega Sabarofek, menjelaskan karantina tidak hanya berfokus pada penampilan di atas panggung, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dengan industri kreatif.
Pada hari pertama, peserta mengikuti materi perkenalan diri, latihan catwalk, pengenalan tata rias dasar, public speaking, dan akting.
Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi deep interview, kelas menari di depan kamera, serta pengenalan dasar-dasar perfilman yang dibawakan oleh lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Fakultas Film dan Televisi, Nehemia Pareang.
“Peserta dijelaskan tahapan pembuatan film, mulai dari akting sampai pembuatan konten,” kata Inri.
Sementara pada hari terakhir, peserta akan menjalani sesi pemotretan dengan kostum kasual dan pesta, pemetaan bakat, hingga latihan blocking malam final.
Peserta dari Berbagai Daerah
Ketua Umum Tifa Creative, Dina Merani, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan besar menuju pelaksanaan TIFA 2026.
Saat ini, peserta yang mengikuti karantina berasal dari Kabupaten Mimika, sementara peserta dari luar daerah seperti Deiyai, Biak, dan Jayapura dijadwalkan bergabung menjelang pelaksanaan event utama.
“Yang mengikuti karantina sekarang adalah peserta dari sanggar, komunitas, dan sekolah yang ada di Mimika. Ada 26 peserta calon Duta TIFA, delapan peserta Papua Plus Size, dan dua peserta Family Fashion Show,” ujarnya.
Menurut Dina, proses penjurian sebenarnya sudah dimulai sejak satu bulan lalu melalui tahap kurasi, wawancara, hingga live streaming.
“Jadi penilaian tidak hanya dilakukan saat event berlangsung, tetapi sudah dimulai sejak masa kurasi beberapa minggu sebelumnya,” jelasnya.
Selain mempersiapkan malam puncak, panitia juga akan menggelar technical meeting seluruh peserta lomba pada 29 Juni, dilanjutkan gladi bersih pada 30 Juni dan 1 Juli 2026.
TIFA 2026 sendiri akan dipusatkan di Eme Neme Yauware, Timika, pada 2-4 Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, Tifa Creative berharap TIFA tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga melahirkan generasi kreatif Papua yang mampu membawa karya dan budaya lokal menembus panggung nasional hingga internasional.








