Home / DPR

Rencana Penerapan Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Perlu Kajian yang Matang

Kevin Kurni

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau, meminta Pemerintah Kabupaten Mimika mengkaji secara menyeluruh rencana penerapan sistem antrean ganjil-genap untuk pembelian BBM jenis biosolar yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.

Menurut Primus, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila diterapkan tanpa didukung evaluasi dan kajian yang matang, terutama terkait dampaknya terhadap masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada biosolar.

“Saya pikir ini perlu ada evaluasi yang baik, karena walaupun ganjil genap nantinya tetap akan menimbulkan kekhawatiran kepada sopir-sopir truk atau kendaraan, sehingga antrian di sisi lain itu akan membeludak,” ujar Primus kepada Galeripapua.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, persoalan utama yang perlu dibenahi bukan hanya pola antrean, tetapi juga pengawasan terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi biosolar, termasuk penggunaan tangki modifikasi dan penjualan BBM di luar SPBU.

“Karena kita lihat bahwa walaupun solar itu susah, tetapi penjualan di luar tetap masih ada. Berarti kan ada kebocoran. Ini kebocorannya ini dari mana? Ini perlu yang diantisipasi awal dulu. Kalau kita bikin kebijakan itu berarti menambah masalah sebenarnya,” katanya.

Baca Juga :  Kampanye Akbar Maximus-Peggi: Bersama untuk Perubahan Mimika

Primus menegaskan, pemerintah perlu memastikan distribusi biosolar tepat sasaran sehingga tidak terjadi penyimpangan yang berdampak pada kelangkaan di SPBU.

“Bagi saya dimaksimalkan dulu, benar-benar bahwa tidak ada penjualan solar atau biosolar di luar dari pompa bensin. Itu yang perlu dijaga,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha yang menggunakan biosolar untuk operasional alat berat maupun sektor pertanian.

“Tapi kalau buat begini, bagaimana dengan nanti orang yang punya eksavator, ini juga kan pakai biosolar. Orang yang punya traktor, pertanian yang punya traktor, ini perlu dipikirkan. Kalau memang sudah ada evaluasi dan kajian yang baik, silakan. Tetapi jangan sampai kita buat kebijakan yang menyusahkan masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Selain itu, DPRK Mimika mendorong pemerintah daerah berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina untuk mengevaluasi kuota biosolar yang dinilai tidak lagi sebanding dengan pertumbuhan jumlah kendaraan di Mimika.

Baca Juga :  PSU di Mimika Ricuh, Penyelenggara Alihkan Kotak Suara

“Kalau dari kami, itu perlu ada kajian, dan kalau memang biosolar ini kurang, bagaimana caranya kita tambah lewat dinas terkait untuk penambahan biosolar, supaya hal ini tidak membuat truk-truk antri ataupun orang mengantri untuk di biosolar khususnya. Karena dari tahun ke tahun ini seperti ini terus, berarti ada yang kurang di situ. Paling tidak kerjasama dengan Pertamina, bagaimana bisa tambah atau tidak, kuota biosolar itu?” katanya.

Menurut Primus, peningkatan jumlah kendaraan setiap tahun harus diikuti penyesuaian kuota BBM bersubsidi agar antrean panjang tidak terus berulang.

“Dari tahun ke tahun truk ini bertambah, sedangkan kuota biosolar tetap. Tetap antrian akan panjang untuk konsumsi BBM itu akan sedikit agak susah. Jadi perlu ada hitungan. Kalau kita langsung bikin kebijakan tanpa ada evaluasi, berarti kita menyusahkan masyarakat itu sendiri. Itu saja harapan saya dari kami DPRK Mimika,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU SP 2 Disanksi, DPRK Mimika Wanti-wanti Penimbunan Pertalite
DPRK Mimika Usulkan Perda Pendidikan, Jamin Kelanjutan Kuliah Lulusan SMA
Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Poumako Mimika, John Gobay Soroti Krisis BBM
Dermaga Sipu-Sipu Kembali Dibahas, DPRP Dorong Kapal Perintis Aktif Lagi
Mandenas Tekankan Pengawasan WNA di Timika, Dorong Kanwil Imigrasi Papua Tengah
Mandenas–Kapolda Sidak Bulog Timika, Pastikan Stok Aman dan Distribusi ke Pegunungan Dipercepat
DPRK Mimika dan TNI-Polri Petakan Wilayah Rawan, Fokus Mitigasi Konflik
DPRK Mimika Sebut Perda Perlindungan UMKM OAP Tidak Melarang Pedagang Non-OAP

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:07 WIT

Rencana Penerapan Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Perlu Kajian yang Matang

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:58 WIT

SPBU SP 2 Disanksi, DPRK Mimika Wanti-wanti Penimbunan Pertalite

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:22 WIT

DPRK Mimika Usulkan Perda Pendidikan, Jamin Kelanjutan Kuliah Lulusan SMA

Rabu, 6 Mei 2026 - 00:52 WIT

Dorong Kampung Nelayan Merah Putih di Poumako Mimika, John Gobay Soroti Krisis BBM

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:59 WIT

Dermaga Sipu-Sipu Kembali Dibahas, DPRP Dorong Kapal Perintis Aktif Lagi

Berita Terbaru

Koops TNI Habema mengevakuasi 2 Jenazah suami-istri yang menjadi korban penembakan OPM di Yahukimo (Foto: Humas Satgas TNI Habema)

Hukrim

TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo

Jumat, 24 Jul 2026 - 06:25 WIT

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Hukum Papua, Anthonius M. Ayorbaba. (Foto: Ahmad)

Pemerintahan

Kakanwil Hukum Papua Minta Mimika Segera Terbitkan Perda HKI

Jumat, 24 Jul 2026 - 06:17 WIT