KNPB Mimika Suarakan Perdamaian dan Perlindungan Warga Sipil di Papua

Kevin Kurni

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNPB Mimika melakukan aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

KNPB Mimika melakukan aksi demonstrasi di halaman Kantor DPRK Mimika, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Mimika menyerukan penyelesaian damai terhadap konflik bersenjata yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua.

Seruan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di halaman Kantor DPRK Mimika, Jalan Cendrawasih, Timika, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026).

Aksi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRK Mimika, Primus Natatikapereyau, yang turun menemui massa dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan selama demonstrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KNPB Mimika, Yanto Awerkion, mengatakan aksi tersebut digelar bertepatan dengan momentum 15 Agustus yang oleh KNPB dikaitkan dengan peristiwa New York Agreement pada 1962.

Menurut Yanto, KNPB memiliki pandangan bahwa perjanjian tersebut tidak melibatkan orang Papua dalam prosesnya.

“Memediasi rakyat Papua mengingat tanggal 15 Agustus 1962 sebagai hari perjanjian New York Agreement. Kami orang Papua bahkan KNPB menganggap itu sebagai perjanjian ilegal yang dilakukan tanpa melibatkan orang Papua,” kata Yanto.

Baca Juga :  STKIP Hermon Timika Wisuda 36 Lulusan, Tunjukkan Kualitas Perguruan Tinggi di Tanah Papua

Ia menyebut tema yang diangkat KNPB dalam aksi tersebut adalah “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan.”

Yanto mengatakan pihaknya akan terus menyuarakan kondisi kemanusiaan di Papua dan meminta pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap situasi tersebut.

“Kami harap pemerintah Indonesia melalui pimpinan tertinggi harus menanggapi serius hal ini soal situasi darurat militer dan kemanusiaan yang sedang terjadi di Papua,” ujarnya.

Ia menegaskan KNPB menginginkan adanya penyelesaian damai sehingga tidak lagi terjadi korban jiwa, baik dari masyarakat Papua maupun masyarakat non-Papua.

“Kami minta kepada TPNPB dan TNI-Polri mencari solusi. Bukan saja saling serang atau baku perang, tetapi mencari solusi damai,” katanya.

Menurutnya, masyarakat sipil harus menjadi perhatian utama dalam setiap upaya penyelesaian konflik. Ia meminta agar masyarakat tidak menjadi korban akibat konflik bersenjata yang terjadi.

Baca Juga :  Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang

“Tidak mengorbankan orang Papua sebagai pemilik tanah, tidak mengorbankan orang non-Papua,” ujar Yanto.

Yanto juga meminta pemerintah mencari jalan keluar terhadap konflik yang berlangsung di Papua melalui pendekatan yang dapat menciptakan perdamaian.

“Solusi itu harus negara cari, solusi untuk menyelesaikan situasi yang hari ini sedang terjadi di Papua,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yanto turut menyinggung isu rasisme terhadap masyarakat Papua yang menurutnya masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Ia berharap negara dapat menghormati masyarakat Papua sebagai bagian dari masyarakat yang hidup dan memiliki hubungan historis dengan tanah Papua.

Aksi tersebut berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HAPAK Tagih Janji Bupati Mimika soal PT MAS: “Tidak Boleh Jadikan Amungme-Kamoro Penonton!”
KNPB Akan Gelar Aksi Serentak 15 Agustus, Ini Isu yang Disuarakan
403 Pelajar Diduga Keracunan MBG, YKKMP: Jangan Abaikan Suara Anak Papua
Tokoh Adat Kamoro Bantah Pendangkalan Sipu-Sipu Akibat Tailing Freeport, Minta DPR Libatkan Pemilik Hak Ulayat
Aksi Mimbar Bebas, KNPB Timika Soroti Isu Kemanusiaan di Papua
Kepala Suku Yohan Dewelek Ajak Warga Paluga Jaga Keamanan dan Dukung Pemekaran Kampung
KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri
Rapper Cilik Nachyta Wakili Mimika di Expo Nasional Batam, Harap Dukungan Pemkab

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:54 WIT

KNPB Mimika Suarakan Perdamaian dan Perlindungan Warga Sipil di Papua

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:27 WIT

KNPB Akan Gelar Aksi Serentak 15 Agustus, Ini Isu yang Disuarakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:59 WIT

403 Pelajar Diduga Keracunan MBG, YKKMP: Jangan Abaikan Suara Anak Papua

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:46 WIT

Tokoh Adat Kamoro Bantah Pendangkalan Sipu-Sipu Akibat Tailing Freeport, Minta DPR Libatkan Pemilik Hak Ulayat

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:34 WIT

Aksi Mimbar Bebas, KNPB Timika Soroti Isu Kemanusiaan di Papua

Berita Terbaru

Foto bersama pada pembukaan kegiatan penilaian puskesmas yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Ballroom Hotel Horison Ultima Timika, Jumat (14/8/2026). (Foto: Istimewa)

Kesehatan

6 Puskesmas Pelosok Mimika Lulus Penilaian BLUD

Sabtu, 15 Agu 2026 - 14:52 WIT