Bertanggung Jawab Atas Penyerangan di Puncak, OPM: Imigran Segera Tinggalkan Zona Konflik

Endy Langobelen

Sabtu, 25 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Komnas TPNPB-OPM)

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/Komnas TPNPB-OPM)

PUNCAK – TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan pada Jumat 24 November 2023 di Kampung Jambul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang menyebabkan tiga pekerja proyek pembangunan Puskesmas tewas.

Klaim tersebut dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM dan diteruskan pada Sabtu (25/11/2023) malam oleh Sebby Sambom selaku Juru Bicara TPNPB-OPM.

Pada rilis yang diterbitkan, Sebby menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya terkait penyerangan di Beoga Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam laporannya, mereka mengatakan bahwa Pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya berhasil tembak mati 3 orang intelijen Indonesia yang menyamar sebagai pelaksana proyek pembangunan gedung Puskesmas di Distrik Beoga Barat, Desa Jambul,” ujar Sebby.

Dijelaskan bahwa penyerangan yang disertai penembakan terhadap para pekerja proyek itu berlangsung sekitar pukul 16.15 sore.

Baca Juga :  Jumlah Daftar Pemilih Sementara Distrik Miru Berkurang Sebanyak 6.247

“Adapun jumlah korban dalam insiden ini sebagai berikut yaitu 3 orang meninggal di TKP dan 2 orang lainnya selamat. Jadi, mayat dan korban selamat sudah dievakuasi oleh warga setempat ke Puskesmas Milawak, Distrik Beoga untuk mendapatkan perawatan secara intensif,” jelas Sebby.

Dikatakan lebih lanjut bahwa sampai dengan Sabtu malam ini, kontak tembak antara TPNPB dan TNI-Polri masih berlangsung.

“Malam ini pun masih mengeluarkan tembakan balas-balasan antara TNI-Polri dan pasukan TPNPB dari jarak jauh,” tutur Sebby.

Sementara dalam pesan suara yang berdurasi 2 menit 14 detik, Sebby kembali mengeluarkan peringatan keras kepada warga pendatang untuk segera meninggalkan wilayah konflik di Papua.

“TPNPB setiap tahun, setiap saat, selalu mengeluarkan peringatan kepada warga imigran orang Indonesia yang datang cari makan di tanah Papua untuk segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata antara pasukan TPNPB dan pasukan teroris yaitu TNI dan Polisi Indonesia di tanah Papua,” tegas Sebby.

Baca Juga :  KKB Tembak 2 Warga Sipil di Oksibil Pegunungan Bintang

“Jadi anda Indonesia tidak bisa menjustifikasi Bahwa kami warga sipil, tidak ada. Wilayah perang kami sudah larang untuk orang imigran Indonesia. Warga sipil silakan tinggalkan wilayah itu,” imbuhnya.

Sebby juga mengatakan bahwa mereka tidak membutuhkan pembangunan dalam bentuk apapun dari Pemerintah Indonesia.

“Kami akan membangun negeri kami dengan gedung-gedung mewah, dengan jalan-jalan yang bagus setelah Papua Merdeka sendiri dari tangan pemerintah kolonial Republik Indonesia. Kami percaya itu,” ujarnya.

“Oleh karena itu, kami mengimbau sekali lagi warga imigran untuk segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata. Pegawai negeri, apapun segera tinggalkan wilayah itu,” tegasnya lagi.

Adapun wilayah yang menjadi zona merah konflik bersenjata antara TPNPB dan TNI-Polri yakni Kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Maybrat, Sorong Raya, Pegunungan Bintang, Fakfak, dan wilayah Tembagapura di Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV
MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot
Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 01:00 WIT

Film Dokumenter Pesta Babi Resmi Dirilis di YouTube JubiTV

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:41 WIT

MRP Papua Tengah Tampung Aspirasi Perempuan Mimika, Berbagai Persoalan Disorot

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:21 WIT

Fakhiri dan FPHS Tsingwarop Perkuat Komitmen Kawal Dana 4 Persen Freeport

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT