Ciptakan Industri Kreatif, Gigs Perdana Timika Creative Hub Hadirkan Muria Mardika

Endy Langobelen

Selasa, 28 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muria Mardika saat tampil di gigs perdana Timika Creative Hub di Kopi Mulo 98, Selasa (28/11/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Muria Mardika saat tampil di gigs perdana Timika Creative Hub di Kopi Mulo 98, Selasa (28/11/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Sebagai langkah awal dalam menumbuhkan industri kreatif di tanah Amungsa Bumi Kamoro, Mimika, Papua Tengah, Timika Creative Hub pada Selasa (28/11/2023) malam, membuka gigs perdananya dengan menghadirkan Muria Mardika dari Krazy Brazy Crew, salah satu Rapper kondang asal Maluku.

Bertempat di Kopi Mulo 98, gigs yang bertemakan “Black Line” itu tampaknya telah dipadati oleh anak-anak skena hip hop Timika sejak mentari mulai kembali ke peraduan.

Rona merah cahaya lampu dari atas panggung ditambah backdrop kanvas putih dengan coretan grafiti seketika menumpahkan suasana keras nan sangar, sebuah perpaduan yang siap menggelorakan setiap keresahan dari balik hentakan beat dan lirik-lirik puitis Muria yang bernuansa struggle.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pukul 20.40 WIT, tanpa basa-basi, Muria yang turun dari mobil langsung menuju ke atas panggung membawakan lagu “Jauh” dari album pertamanya Noo. Para fans pun bergerak mengerumuni area depan panggung.

Tak tanggung-tanggung, penyanyi dengan gaya rap story telling itu tampil totalitas membawakan hampir satu album full. Lagu terakhir “No Doubt” yang begitu familiar berhasil membakar semangat para penonton. Sungguh, vibes hip hop yang selama ini dinantikan muda-mudi Timika terasa terbayarkan pada gigs ini.

Melihat geliat anak-anak skena hip hop Timika yang begitu antusias meramaikan event tersebut, Krisna Ardhi Tama selaku perwakilan Tim Gladiator Papua, sponsor utama Timika Creative Hub, mengaku sangat puas.

Menurutnya, sebagai langkah awal dalam menciptakan wadah bagi para pekerja kreatif di Timika, event musik ini telah berhasil menstimulus jiwa kreatif anak muda Timika untuk tetap menyalurkan minat bakatnya di bidang kesenian.

Timika Creative Hub Sebagai Wadah Industri Kreatif

Timika Creative Hub sendiri, jelas Krisna, merupakan sebuah semangat atas mimpi atau cita-cita tentang bagaimana Timika sebagai kota industri harus dapat menghadirkan sebuah ekosistem industri kreatif bagi anak-anak muda.

“Jadi, kami dengan bapak Maximus Tipagau membuat sebuah wadah bernama Timika Creative Hub. Kami ingin membuat wadah untuk teman-teman anak muda di Timika biar mereka bisa menyalurkan hobi, bakat, dan kemampuan mereka di berbagai bidang, terutama di musik ya karena Indonesia Timur ini sebenarnya cukup kuat dengan talenta musiknya,” terang Krisna.

“Untuk awal-awal ini, kami mulai dari hip hop karena musik hip hop ini sudah terbentuk di Indonesia Timur termasuk Timika. Nanti ke depan mungkin bisa di genre-genre lain,” imbuhnya.

Baca Juga :  Oknum Pegawai Honorer di Mimika Ditangkap Polisi Lantaran Curi Motor

Di samping bidang musik, Timika Creative Hub juga bakal mewadahi serta memfasilitasi bidang-bidang lainnya seperti otomotif, bisnis UMKM, dan lain sebagainya.

“Misalnya teman-teman ada yang mau punya usaha, bingung mau usaha di mana, kami ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat jualan oleh teman-teman. Kami usahakan di tiap minggu atau minimal dua minggu sekali, kami ada event untuk teman-teman di Timika dengan tema yang berbeda-beda,” tuturnya.

“Jadi, yang penting adalah anak-anak muda di Timika ini mempunyai wadah dulu supaya mereka bisa berkembang. Karena dari situ, mereka mulai terpacu dan hobi ekonomi kreatifnya akan tumbuh,” lanjutnya.

Krisna menilai bahwa selama ini, wadah yang dikhususkan bagi anak muda Timika sangat kurang, bahkan hampir tidak ada.

Muria Mardika saat tampil di gigs perdana Timika Creative Hub di Kopi Mulo 98, Selasa (28/11/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

“Oleh karena itu, kami bersama Bapak Maximus berinisiatif untuk membuat wadah Timika kreatif Hub ini untuk mewadahi teman-teman anak muda di Timika. Timika ini kan kota industri, terutama Freeport kan. Nah, anak-anak muda ini sebagian ada yang punya jiwa kreatif. Ini yang kita harus wadahi agar mereka bisa berkembang sesuai dengan passion-nya masing-masing,” tandasnya.

Melalui event musik pertama ini, Krisna berharap semangat kolektif saling dukung satu sama lain di antara anak muda bisa terpacu sehingga semuanya dapat bertumbuh dan berkembang bersama.

Kepuasan yang sama juga diungkapkan oleh sang bintang tamu. Saat diwawancarai sesuai manggung, Muria mengaku bahagia melihat geliat anak-anak skena hip hop di Timika.

“Acara ini keren sekali karena maksudnya meskipun cukup kecil tapi acaranya intim sekali jadi vibes-nya, nuansanya sangat terasa. Karena nuansanya sangat terasa, jadi saya juga cukup bahagia dan semoga teman-teman (penonton) yang tadi juga ikut bahagia. Kita sama-sama menikmati ini dengan cara dan euforia kita,” ungkapnya.

Sosok yang telah mengenal hip hop sejak kecil itu pun merasa bahwa Papua, termasuk Timika, sangat layak disebut sebagai daerah yang dapat merepresentasikan hip hop secara kultur.

“Ini pertama kali saya ke Kota Timika. Saya melihat kayanya yang paling bisa represent hip hop secara kultur itu daerah-daerah di Papua termasuk Timika malam ini, karena tidak banyak kota-kota yang kalau ada gigs hip hop itu orang-orang bisa semeriah atau se-excited itu menikmati musik hip hop,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kalahkan SATP, Tim PFA 1 Juara Freeport Junior Cup 2024

Pentingnya Support System dalam Industri Kreatif

Sebagai penggiat seni yang telah melanglang buana di beberapa genre musik, Muria menjelaskan betapa pentingnya support system atau rasa saling mendukung antar sesama komunitas agar tetap bertahan dan berkembang di dalam dunia industri kreatif.

“Setiap aktivitas anak muda yang notabenenya berbasis kesenian, harapan saya itu dia bisa lebih maju. Bolehlah kita anggap ini menjadi tolak ukur awal. Jadi, langkah awal untuk kita mulai bangun bagaimana ekosistem teman-teman saling support dan membantu biar kesenian teman-teman tetap berjalan, karena itu yang nanti bisa berkembang menjadi yang namanya industri kesenian,” terang dia.

“Kalau industri kesenian di kota ini atau Papua pada umumnya sudah berkembang, maka sebenarnya mimpi-mimpi teman-teman untuk jadi penulis atau jadi Rapper, penyanyi begitu, akan terasa lebih mudah, karena akhirnya orang jadi tahu metode penjualan kaya bagaimana, orang tahu oh ternyata bikin musik bisa menghidupi kita. Itu yang mungkin akan menjadi stimulus tepat untuk teman-teman tetap berkarya dan konsisten dalam karya-karyanya,” imbuhnya.

Untuk itu, Muria berharap dan berpesan agar gigs-gigs semacam ini harus terus berlanjut hingga nantinya akan ada satu titik di mana bakal dilirik oleh sponsor-sponsor besar, baik dari pemerintah maupun instansi lainnya.

“Kemudian ini akan menjadi support system yang tadi saya bilang, dia dari atas ke bawah, dari bawah ke atas, lalu industrinya dibangun pelan-pelan. Karena kalau industri terbangun, maka teman-teman yang bikin musik juga tidak akan dapat hal yang sia-sia. Bukan hanya sekadar euforia waktu manggung tapi minimal bisa bayar studio untuk rekaman,” tuturnya.

Menurut Muria, progres yang sedang dilakukan oleh Maximus Tipagau bersama Tim Gladiator Papua melalui Timika Creative Hub adalah sesuatu yang luar biasa.

Dia menilai, Timika Creative Hub ke depan bisa mejadi corong utama untuk menggelar berbagai event-event kesenian bagi anak-anak muda di Timika.

“Ini mungkin bisa jadi corong utama untuk teman-teman yang pengen bikin acara di Timika. Ya, mungkin awalnya masih undang beberapa talent-talent dari luar, tidak apa-apa karena itu yang akan jadi stimulus buat teman-teman di sini,” ujarnya.

“Kalau boleh saran, dalam waktu dekat atau tahun ini, mungkin bisa undang Keilandboi, Gunz, atau Tuan Tiga Belas. Itu teman-teman yang sebenarnya juga selama ini membicarakan hal-hal tentang Papua,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day
Event TIFA Cetak Prestasi Nasional, Raih Piagam Kekayaan Intelektual dari Kemenkum
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP
Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika
Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026
Duta Bahasa Papua Gaungkan Bahasa sebagai Jembatan Peradaban
Polisi dan Warga Beda Versi soal Situasi Kapiraya

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Jumat, 24 April 2026 - 21:56 WIT

Event TIFA Cetak Prestasi Nasional, Raih Piagam Kekayaan Intelektual dari Kemenkum

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Rabu, 15 April 2026 - 20:29 WIT

Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP

Rabu, 15 April 2026 - 19:26 WIT

Petrosea Dorong Ketahanan Keluarga, Edukasi Catin Perdana Digelar di Mimika

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT