Palang Jalan, Kontraktor OAP Tuntut Diberi Proyek Rp350 Miliar

Endy Langobelen

Selasa, 28 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi dari kontraktor OAP memalang jalan menuju kompleks gubernuran Papua Barat di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (27/5/2024). (Foto: Istimewa)

i

Massa aksi dari kontraktor OAP memalang jalan menuju kompleks gubernuran Papua Barat di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Senin (27/5/2024). (Foto: Istimewa)

MANOKWARI – Sejumlah warga yang tergabung dalam kontraktor Orang Asli Papua (OAP) di Papua Barat melakukan aksi demontrasi pemalangan jalan menuju kompleks Gubernuran Papua Barat di Kabupaten Manokwari, Senin (27/5/2024).

Lewat aksi itu, mereka membentang sejumlah spanduk yang memuat beberapa tuntutan di antaranya meminta proyek senilai Rp350 miliar untuk ribuan kontraktor yang ada di Papua Barat.

“Kami minta Pemprov Papua Barat menyiapkan paket PL (penunjukan langsung, red) sebesar Rp350 M untuk mengakomodir 2.700 kontraktor OAP Papua Barat” bunyi salah satu spanduk.

Adapun spanduk lainnya menuliskan penilaian bahwa Pemprov Papua Barat belum serius menerapkan UU Otsus No 02 Tahun 2021, Perpres No 17 Tahun 2019, Inpres No 09 Tahun 2020, dan Perpres No 24 Tahun 2023.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Papua, Lewis Wanggai, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan buntut dari hasil koordinasi terakhir, yang hingga saat ini, belum dijawab Pemprov Papua Barat.

Baca Juga :  Uskup Timika Serukan Keberanian Menjaga Alam dan Budaya Papua dalam Roh Kudus

Dia menyebut, para kontraktor OAP merasa khawatir tidak bakal mendapatkan proyek karena belum ada kepastian dari Pemprov Papua Barat.

“Ini bentuk kekecewaan kami atas ketidakseriusan dalam memperhatikan kami yang menuntut hak kami. Proposal kami 350 M, tentu bisa dijawab sebanyak itu atau yang lebih proporsional,” tutur Lewis Wanggai.

Sementara Alex Wonggor, selalu Koordinator Asosiasi Pengusaha Papua menyuarakan agar Pemprov Barat melalui Dinas PUPR Papua Barat dapat mengalokasikan proyek senilai Rp150 miliar. Sedangkan OPD lainnya harus mengalokasikan sekira Rp30 miliar.

“Itu baru bisa menjawab aspirasi kami,” tutur Alex Wonggor.

Selain memalang jalan, massa juga membakar ban di sela-sela aksi sembari menunggu kedatangan pejabat Pemprov Papua Barat.

Baca Juga :  KKB Bakar Sekolah, Kapolres Intan Jaya Minta Polda Pertebal Pasukan di Homeyo

Polresta Manokwari dibantu Polda Papua Barat turut mengamankan aksi tersebut dengan menurunkan sebanyak 70 personel.

“Kami turunkan 70 personel lalu ada bantuan pasukan dari Direktorat Samapta Polda Papua Barat,” ungkap Kabag Ops Polresta Manokwari, Kompol Wisnu Prasetyo.

Pada intinya, kata Wisnus, massa aksi mempertanyakan kembali bagaimana tindak lanjut aspirasi mereka yang telah disuarakan beberapa kali terkait pembagian sejumlah paket pekerjaan (proyek) terhadap kontraktor OAP.

Wisnu menyampaikan, massa pun kemudian membubarkan diri dan membuka akses jalan usai mendapatkan penjelasan dari Asisten III Setda Papua Barat.

“Tindaklanjutnya di hari Kamis (30/5) nanti di mana para perwakilan kontraktor OAP akan menghadap langsung bapak Pj Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere dalam pertemuan, agar aspirasi mereka bisa dicarikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT