TPNPB-OPM Klaim Tembak Ojek Intelijen Indonesia di Puncak Jaya

Endy Langobelen

Minggu, 23 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban tukang ojek yang ditembak di Puncak Jaya dilarikan ke RSUD Mulia. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Korban tukang ojek yang ditembak di Puncak Jaya dilarikan ke RSUD Mulia. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

PUNCAK JAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengklaim telah menembak seorang tukang ojek di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Rabu (19/6/2024) lalu.

Kelenak Murib selaku Komandan Operasi TPNPB Kodap Sinak Puncak Jaya menyampaikan penembakan itu dilakukan di Jalan Arah Pos Merah Putih, Distrik Dokome, sekitar pukul 15.00 WIT.

“Penembakan tersebut mengakibatkan korban atas nama Husen mengalami luka tembak pada bagian kepala korban,” ujar Kelenak Murib dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, Minggu (23/6/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelenak menyebutkan, tukang ojek yang ditembak merupakan bagian dari agen intelijen militer Indonesia. Hal itu ditandai dengan kerapnya tukang ojek tersebut keluar masuk pos TNI.

“Korban selalu bekerja sama dengan militer Indonesia di daerah Puncak Jaya dan sering memasuki pos Tentara Indonesia hingga kami TPNPB-OPM Melakukan penembakan terhadap Husen selaku agen intelejen militer Pemerintah Indonesia,” jelas Kelenak Murib.

Baca Juga :  Dinkes Mimika Upayakan Peserta BPJS Bisa Akses Semua Faskes

Dia juga mengungkapkan, TPNPB-OPM telah mendapatkan bocoran informasi dari militer Indonesia di Puncak Jaya terkait sejumlah nama agen intelijen Indonesia yang berprofesi sebagai tukang ojek di wilayah operasi TPNPB.

“Maka (dari itu), kami tak segan-segan akan melakukan eksekusi mati terhadap agen intelijen militer indonesia di Puncak Jaya,” pungkasnya.

Sementara Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara, menyebut pihaknya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan tersebut.

Terkait kronologi kejadian, Kapolres menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang kebetulan melewati tempat kejadian perkara (TKP) di jalan turunan menuju Kota Lama, Distrik Mulia.

Pada saat itu, kata Kapolres, saksi melihat korban sudah dalam keadaan lemas dan bersimbah darah.

“Saksi kemudian dengan cepat membawa korban ke RSUD Mulia dan melaporkan kejadian tersebut ke piket Polres Puncak Jaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/6/2024).

Personel Polres Puncak Jaya pun segera merespon dengan melakukan penyisiran di sekitar TKP. Namun, pelaku diperkirakan sudah melarikan diri sebelum petugas tiba di lokasi.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Percepat Pemekaran Kabupaten Mimika Timur dan Barat

“Kami langsung menyisir TKP. Namun, pelaku sudah melarikan diri. Saat ini, pengejaran masih terus dilakukan,” kata AKBP Kuswara.

Dia menyampaikan, korban yang saat itu menjalani perawatan medis di RSUD Mulia, masih dalam keadaan sadar meskipun mengalami luka-luka akibat penembakan.

“Korban tengah menjalani tindakan medis dan dalam keadaan sadar. Kami berharap yang terbaik untuk kesembuhannya,” tuturnya.

Dia menegaskan, Polres Puncak Jaya akan mendalami kasus ini hingga pelaku dapat ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal,” tegasnya.

Kepada masyarakat, Kapolres mengimbau untuk tetap tenang dan senantiasa melaporkan informasi apapun yang dapat membantu proses penyelidikan dan pengejaran pelaku.

“Kami akan terus bekerja keras untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi sangat kami harapkan,” tutup AKBP Kuswara.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT