Kapendam XVII Cenderawasih: Kericuhan di Puncak Jaya Akibat Warga Terprovokasi

Endy Langobelen

Kamis, 18 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan. (Foto: Istimewa)

i

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan. (Foto: Istimewa)

PUNCAK JAYA – Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Candra Kurniawan, menyampaikan bahwa kericuhan yang berujung pembakaran sejumlah kendaraan di Mulia, Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Rabu (17/7/2024) lalu disebabkan adanya provokasi dari sekelompok orang.

Letkol Inf Candra menjelaskan, di pagi hari itu, masyarakat yang merupakan keluarga korban mendatangi RSUD Mulia. Mereka kemudian dimediasi dengan pemerintah setempat yang diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah dan aparat TNI-Polri yang diwakili oleh Kapolres dan Dandim.

“Awalnya dilakukan mediasi oleh Forkopimda Puncak Jaya (Sekda, Dandim dan Kapolres) bersama keluarga dan warga di halaman RSUD. Namun, saat berlangsung mediasi, ada provokasi dari sekelompok orang sehingga terjadi tindakan anarkis pengrusakan,” jelasnya kepada Galeripapua.com via WhatsApp, Rabu malam.

Baca Juga :  Perekrutan KPPS, PPD Miru Imbau PPS Jeli dan Objektif Melihat Persyaratan

Di sisi lain, salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa pada saat mediasi, masyarakat meminta kasus penembakan terhadap tiga warga sipil (yang disebut Kapendam XVII Cenderawasih sebagai anggota OPM) harus dibuka secara transparan.

Masyarakat juga meminta agar para pelaku penembakan harus ditindak dan diproses karena korban yang ditembak, bagi mereka, adalah warga sipil.

Selain itu, masyarakat menuntut agar aparat membayar uanh kematian tiga orang tersebut dengan nilai Rp3 miliar per kepala.

“Saat diminta begitu, Dandim sempat mengeluarkan pernyataan yang intinya tidak bisa menyanggupi sepenuhnya nilai uang kematian itu. Akhirnya suasana langsung chaos. Masyarakat tidak terima dan lakukan pelemparan batu kepada aparat keamanan,” ujar informan Galeripapua.com yang juga berada di lokasi tersebut pada saat mediasi.

Baca Juga :  Tak Ada Mesin EDC, Penyaluran Pupuk Subsidi di Mimika Masih Manual

Mendapat perlawanan dari massa, aparat keamanan pun melepaskan beberapa tembakan untuk membubarkan massa di depan RSUD Mulia.

Massa yang semakin geram langsung melawan dengan membakar beberapa mobil milik pejabat Forkopimda.

Tak hanya itu, beberapa warga pendatang pun turut terkena imbasnya. Informasi yang dihimpun, terdapat lima korban warga pendatang. Dua di antaranya meninggal dunia.

Suasana di Kota Mulia seketika mencekam. Sejumlah warga pendatang pun rela meninggalkan rumahnya dan menuju ke Polres Puncak Jaya serta Kodim untuk mendapatkan perlindungan.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut  https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika
Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus
Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah
Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol
Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap
Yahukimo Memanas, Kontak Senjata Berujung Korban Jiwa
LBH Papua Pos Sorong Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Penyiksaan Warga oleh Oknum Polisi
Kejari Mimika Pulihkan Hak Korban Pencurian, Sepeda Motor Dikembalikan

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:01 WIT

Polisi Identifikasi Pelaku Begal Sadis di Jalan Bougenville Timika

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:54 WIT

Begal di Jalan Bougenville Mimika, Korban Alami Tangan Putus

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:12 WIT

Aksi Palang Jalan Ricuh di Mimika, Dua Anggota Brimob Kena Panah

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:08 WIT

Polres Mimika Ungkap Kasus Peredaran Obat Keras Jenis Tramadol

Minggu, 25 Januari 2026 - 23:59 WIT

Aksi Bisu Kaum Awam Katolik di Merauke Dibubarkan Paksa, 11 Orang Sempat Ditangkap

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT