OPM Bertanggung Jawab atas Penyerangan di Yahukimo, Sebut Korban Anggota Militer

Endy Langobelen

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengakui melakukan penyerangan pada 25—26 Desember 2025. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video pernyataan TPNPB Kodap XVI Yahukimo)

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo mengakui melakukan penyerangan pada 25—26 Desember 2025. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video pernyataan TPNPB Kodap XVI Yahukimo)

YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo, atau yang biasa disebut polisi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), mengakui bertanggung jawab atas dua aksi kekerasan yang terjadi di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada 25 dan 26 Desember 2025.

Pengakuan itu disampaikan secara terbuka oleh Komandan Batalyon Sisibia TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Yosua Sobolim, melalui sebuah video pernyataan yang diterima Galeripapua.com pada Jumat (26/12/2025) malam.

Dalam pernyataannya, Yosua menyebut penyerangan dilakukan sebagai bagian dari operasi militer dan pembalasan atas kematian salah satu anggotanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini saya dan seluruh pasukan Sisibia melaksanakan operasi sejak tanggal 25 hingga hari ini, tanggal 26,” kata Yosua Sobolim dalam video tersebut.

Ia mengklaim penyerangan menyasar aparat keamanan Indonesia. “Kami melakukan penyerangan terhadap anggota organik yang dikirim oleh Prabowo. Eksekusi pertama dilakukan pada tanggal 25 pukul 18.00 WIT di Kali Bonto,” ujarnya.

Penyerangan kedua, menurut Yosua, dilakukan pada Jumat pagi. “Penyerangan kedua kami lakukan pagi ini pukul 09.00 WIT, di lokasi belakang Bank Papua, kawasan perumahan kantor DPR lama,” katanya.

Dia menyampaikan bahwa dalam penyerangan itu, seluruh pasukan Batalyon Sisibia tidak mengalami pertumpahan darah.

Pernyataan tersebut juga disertai ancaman terbuka terhadap siapa pun yang dianggap bagian dari struktur pemerintahan Indonesia.

“NKRI—baik orang Indonesia, pejabat, maupun petinggi siapa pun—yang menggunakan lambang Garuda, termasuk rakyat sipil, tidak akan ada kompromi,” ujarnya.

Baca Juga :  Harapan Mama Papua Usai Selfie Bareng Wapres Gibran di Mimika

Ia bahkan menegaskan bahwa rakyat sipil tidak lagi menjadi pengecualian. “Ke depan, siapa pun, termasuk keluarga, tidak menjadi pertimbangan. Tidak ada konsekuensi lain selain revolusi. Perang sedang berjalan,” kata Yosua.

Di sisi lain, klaim TPNPB tersebut berbanding terbalik dengan fakta lapangan yang diungkap aparat keamanan. Polisi memastikan bahwa dua korban dalam peristiwa Natal berdarah di Yahukimo merupakan warga sipil pendatang yang tidak memiliki kaitan dengan aparat militer maupun kepolisian.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis malam, 25 Desember 2025, sekitar pukul 20.45 WIT, di Jalan Sosial Matoa, Distrik Dekai. Seorang pria bernama Ramli S (51 tahun) ditemukan tewas di badan jalan dengan luka bacok serius.

“Korban bernama Ramli S, usia 51 tahun, ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara dengan luka bacok pada bagian leher. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh lima orang pelaku tidak dikenal yang menggunakan senjata tajam,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Faizal, korban juga mengalami luka lain di tubuhnya. “Korban mengalami luka bacok pada telapak tangan serta luka robek pada pergelangan tangan kiri. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum kejadian korban sempat meminta air minum, kemudian tidak lama berselang ditemukan tersungkur di jalan dalam kondisi bersimbah darah,” jelasnya.

Selanjutnya, kurang dari 12 jam berselang, kekerasan kembali terjadi. Pada Jumat pagi, 26 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 WIT, seorang warga pendatang bernama Ardi (45 tahun) diserang di sebuah bengkel motor di Jalan Papua, Distrik Dekai.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Kasus Penikaman di Timika, Seorang Pria Diserahkan ke Polisi

“Korban mengalami luka tusuk atau sobek pada bagian leher belakang sebelah kiri serta luka sobek pada tangan kanan akibat serangan senjata tajam,” kata Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Korban masih sempat meminta pertolongan kepada warga sekitar. “Korban sempat menyampaikan kepada warga bahwa dirinya telah ditikam. Selanjutnya, korban segera dievakuasi oleh masyarakat ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Aparat keamanan menilai kedua kejadian tersebut saling berkaitan dan mengarah pada aktivitas kelompok bersenjata TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Pengamanan di Kota Dekai pun diperketat melalui patroli gabungan, olah TKP lanjutan, serta razia di sejumlah titik rawan.

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku kekerasan terhadap warga sipil.

“Kami akan terus mengidentifikasi dan memburu para pelaku guna menegakkan hukum, memberikan keadilan bagi para korban, serta menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Yahukimo,” tegas Kombes Adarma.

Aksi kekerasan yang terjadi di tengah perayaan Natal ini menuai kecaman luas. Penyerangan terhadap warga sipil dinilai mencederai nilai kemanusiaan, merusak rasa toleransi, serta menodai makna damai Hari Raya Natal yang seharusnya dipenuhi kasih dan pengharapan.

Aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan setiap informasi terkait gangguan keamanan kepada pihak berwenang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika
Bupati Mimika Laporkan Media Papua News Online ke Polisi, Persoalkan Sejumlah Pemberitaan
Polres Mimika Gelar Razia dan Tes Urine di Tempat Hiburan Malam

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Rabu, 23 September 2026 - 12:59 WIT

Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong

Rabu, 23 September 2026 - 00:17 WIT

Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT