Kapal LCT Cita XX yang Hilang Kontak Ternyata Baru Pertama Kali Trip ke Yahukimo

Endy Langobelen

Jumat, 26 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Kapal LCT Cita XX, Mufli Huddin. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pemilik Kapal LCT Cita XX, Mufli Huddin. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Pemilik Kapal LCT Cita XX, Mufli Huddin, mengungkapkan bahwa kapalnya, yang dikabarkan hilang kontak di Perairan Timika-Asmat, baru pertama kali melakukan pelayaran menuju Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dia mengatakan, sebelum peristiwa hilang kontak itu terjadi, kapal LCT Cita XX telah beroperasi selama 8 bulan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Kapal (LCT Cita XX) ini beroperasi di Timika itu kurang lebih sudah 8 bulan. Rutenya itu Timika –Prongo (Mimika Tengah), dan ini trip pertama ke Yahukimo,” ujar Mufli dalam konferensi pers di Pangkalan TNI AU Yohanis Kapiyau, Timika, Papua Tengah, Jumat (26/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui, Kapal LCT Cita XX mengalami hilang kontak saat berlayar dari Timika menuju Yahukimo, Papua Pegunungan. Kapal mulai keluar dari Pelabuhan Rakyat Poumako, Timika, pada tanggal 15 Juli 2024 dan hilang kontak pada keesokan harinya.

Kapal tersebut sebenarnya direncanakan akan melewati Asmat, Papua Selatan, dan tiba di Yahukimo pada Kamis (18/7/2024). Namun, sebelum berlabuh di Asmat, kapal tersebut dinyatakan hilang kontak.

“Terakhir kontak dengan Capt Junaidi, yang ada di kapal itu, hari Senin pukul 10.00 pagi lewat,” tutur Mufli.

Dia mengungkapkan, dua hari sebelum keberangkatan, semua kru kapal telah melaksanakan final check, mulai dari pengecekan alat navigasi, mesin, hingga ikatan kargo di atas kapal.

Baca Juga :  Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung

“Semua sesuai dengan standar operasi dari keilmuan yang dimiliki oleh para perwira yang ada di kapal. Semua dokumen juga sudah dinyatakan lengkap sebelum diterbitkannya surat izin berlayar. Intinya masalah pelayaran semuanya kita full document,” imbuhnya,” katanya.

Di kapal itu, diketahui terdapat 12 orang beserta material Base Transceiver Station (BTS) milik Bakti Kominfo yang rencananya akan dipasangkan di Yahukimo sebanyak enam titik.

“Dua belas orang itu, enam kru kapal, enam pengikut. Yang enam kru ini memang sudah memenuhi syarat sertifikat kelautan, secara ijazah itu layak. Dan di situ, ada satu dari pihak pemilik barang untuk mengawasi barangnya atas nama Suherman Saragih. Jadi, yang ada di atas kapal itu semua memiliki identitas yang jelas,” terang Mufli.

Adapun 12 nama korban yang berada di kapal tersebut yakni Junaidi (nahkoda), Dedi Irawan Mualim, M. Arif Efenfi KKM, Haikal (oil man), Rusli Juru Mudi, Agiera Koki, Nimrot G. Tua, Lukman Hakim, Samsudin, Asmoro, Suherman Saragih, dan Alhakim.

“Untuk muatannya sendiri, itu kurang lebih 70 ton. Itu tidak sarat muatan karena kapal GT 145 masih bisa memuat sampai di atas 100 ton,” imbuhnya.

Mufli mengatakan, selama berlayar dari Timika, setiap aktivitas yang dilakukan di atas kapal selalu terpantau dan dilaporkan dalam bentuk video yang dikirim ke grup WhatsApp.

“Sampai detik ini, masih mengganjal kita punya perasaan karena kalau kapal itu pecah, mohon maaf amit-amit, mudah-mudahan tidak, kalau kapal itu tenggelam pasti ada serpihan. Tapi kalaupun dia hilang, teman-teman dari tim SAR, Polairud, TNI AU, AL, dan semuanya telah melakukan penyisiran di sungai-sungai, dari muara sampai ke dalam, itu semua sudah disisir dan sampai hari ini, masih nihil,” tutur Mufli.

Baca Juga :  Bawa Ganja di Pelabuhan Jayapura, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

“Kejadian ini memang baru pertama kali. Belum pernah kami alami terjadinya accident seperti ini dan dari para sahabat tim yang telah bekerja maksimal, full power, full pasukan itu memang saya apresiasi,” lanjutnya

Selaku pemilik kapal, Mufli menyebut telah menginformasikan peristiwa ini kepada pihak keluarga dari setiap korban yang berada di dalam kapal.

“Saya memberikan penjelasan ke sana dengan tidak beralibi. Semua penjelasan yang akurat, yang valid dari tim SAR itu saya langsung forward, bukan membuat keputusan sendiri,” tuturnya.

Sebagai informasi, operasi pencarian terhadap kapal LCT Cita XX telah diusulkan ditutup oleh tim SAR gabungan setelah melakukan pencarian selama tujuh hari. Operasi akan dibuka kembali bilamana ditemukan tanda-tanda mengenai keberadaan korban maupun kapal.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Kembali Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika
Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku
Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan
Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken
TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:16 WIT

TNI Kembali Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:37 WIT

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIT

Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIT

Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku

Berita Terbaru

Anggota Bawaslu Mimika, Diana Dayme menegaskan masyarakat di Distrik Kwamki Narama harus mengawasi jalannya Pemilu disamping menggunakan hak pilih. Pesan itu disampaikan dalam Forum Diskusi Politik

Politik

Bawaslu Mimika: Politik Uang Bikin Sengsara Lima Tahun

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:49 WIT