Anggota DPRD Terpilih Asli Alama Sesalkan Pembunuhan Pilot Selandia Baru

Endy Langobelen

Senin, 5 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD terpilih Kabupaten Mimika periode 2024-2029, Elinus Balinol Mom. (Foto: Istimewa)

Anggota DPRD terpilih Kabupaten Mimika periode 2024-2029, Elinus Balinol Mom. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Anggota DPRD terpilih Kabupaten Mimika periode 2024-2029, Elinus Balinol Mom, yang juga merupakan putra Suku Amungme dari Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah, buka suara terkait insiden pembunuhan serta pembakaran pilot helikopter asal Selandia Baru di lapangan terbang Alama, Senin (5/8/2024).

Dalam sambungan telpon pada Senin malam, Elinus menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya pilot Glen Malcolm Conning yang telah berdedikasi memberikan pelayanan dengan mengantar para tenaga kesehatan dari Kota Timika ke tempat tugas di Distrik Alama.

“Untuk keluarga pilot yang sedang berduka, saya menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa yang sangat disesali ini,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Elinus menyayangkan tindakan yang telah dilakukan oleh oknum-oknum KKB yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Pasalnya, dia menilai peristiwa pembunuhan itu akan sangat berdampak bagi masyarakat sipil yang ada di kampung-kampung di Distrik Alama.

Elinus khawatir bilamana nantinya trauma masyarakat yang pernah terjadi di tahun 1977 bakal terulang kembali hingga mengakibatkan pengungsian besar-besaran.

Baca Juga :  Komisioner KPUD Mimika Minta Badan Ad Hoc Segerakan Pembukaan Rekening

“Saya punya masyarakat yang ada di sana itu sampai sekarang masih menyimpan trauma yang mendalam karena di tahun 1977 pernah terjadi operasi sampai di Mapenduma. Banyak yang korban sampai lari ke daerah-daerah lain,” terang Elinus.

“Kejadian itu jadi mimpi buruk yang pernah terjadi. Makanya saya khawatir dengan terjadinya peristiwa ini, pasti akan memberikan dampak lagi bagi masyarakat Alama,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Elinus berharap apabila TNI-Polri nantinya melakukan pengejaran terhadap pelaku, jangan sampai masyarakat sipil turut menjadi korban.

“Harapan saya, kalau besok pemerintah dan TNI-Polri naik, kejar saja pelakunya tapi tetap menjaga agar masyarakat sipil tidak terkena dampak. Jangan sampai masyarakat juga ikut menjadi korban,” harapnya.

Elinus juga menyinggung peristiwa serupa yang terjadi di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, ketika Pilot Susi Air disandera KKB dan akhirnya berdampak pada layanan transportasi yang mana Susi Air tidak lagi memberikan pelayanan penerbangan di Mimika.

Baca Juga :  Bupati Mimika Lantik Ida Wahyuni Sebagai Pj Sekda

“Ini kan akibat dari (konflik) itu. Akhirnya selama ini, masyarakat hanya dibantu dengan helikopter yang ada. Dan sekarang kalau sudah kejadian begini lagi, semua maskapai penerbangan bisa saja sudah tidak mau naik ke atas dan itu dampaknya besar sekali ke masyarakat. Suplai makanan jadi susah,” jelasnya.

Untuk itu, Elinus menyampaikan saat ini, dirinya pun tengah berupaya berkomunikasi dengan masyarakat setempat agar dapat membantu pemerintah dan aparat dalam melakukan evakuasi para korban.

“Saya saat ini lagi di Jakarta, tapi saya juga sedang komunikasi dengan masyarakat di Alama untuk turut membantu agar evakuasi nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada gangguan,” pungkasnya.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:01 WIT

Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT