Dua Orang Meninggal Ditembak OPM di Puncak Papua Tengah

Endy Langobelen

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi aksi penembakan oleh TPNPB-OPM. (Foto: Istimewa)

PUNCAK – Dua orang dikabarkan meninggal ditembak di Kampung Weni, Distrik Mage’abume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Kamis (21/11/2024).

Hal itu dibenarkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan, melalui keterangan tertulis yang diterima Galeripapua.com pada Kamis malam.

Candra menyebut, penembakan itu dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) sekitar pukul 16.55 waktu setempat. Adapun kedua korban merupakan tukang ojek.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Aksi OPM tersebut adalah tindakan biadab, tidak berprikemanusiaan dan melanggar HAM, sehingga sangatlah wajar saat ini masyarakat menyebut OPM adalah penjahat kemanusiaan,” ujarnya.

Candra mengatakan bahwa jenazah kedua korban hingga kini belum dievakuasi.

“Saat ini, kedua korban meninggal dunia masih berada di tempat kejadian dan belum dievakuasi,” tuturnya.

Peristiwa penembakan ini juga dibenarkan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, Kamis malam.

Baca Juga :  Pilkada Mamberamo Tengah Ricuh, Kapolres Kena Panah

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Operasi TPNPB Kodap XXVII Mayor Kelenak Murib pada hari ini Kamis, 21 November 2024 pukul 21.40 malam bahwa kami telah melakukan penembakan terhadap dua anggota intelijen militer Indonesia di Pos Maleo Puruleme daerah Sinak pukul 13.30 siang,” ungkapnya.

Sebby menyebut, penembakan tersebut diperintahkan langsung oleh Panglima TPNPB Kodap XXVII Bridjen Militer Murib dan mereka siap bertanggung jawab.

“Dalam laporan lebih lanjut, Bridjen Militer Murib menyampaikan bahwa warga Indonesia yang berkulit putih untuk segera keluar dari wilayah operasi TPNPB Kodap XXVII karena kami anggap itu sebagai agen intelijen militer Indonesia yang memasuki wilayah zona merah atau wilayah perang. Jika kami dapat, siap ditembak mati,” kata Sebby.

Baca Juga :  Tekan Angka Pengangguran, Pemprov Papua Tengah Gelar Exhibition & Job Fair

“Atas kejadian tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengumumkan kepada warga transmigrasi indonesia yang telah memasuki wilayah operasi TPNPB di 36 Kodap setanah Papua siap ditembak mati karena itu adalah Milisi Indonesia yang dikirim oleh Prabowo Subianto dengan misi khusus terutama memasuki wilayah Papua yang sedang dalam keadaan konflik bersenjata,” imbuhnya.

Di samping itu, warga asli Papua juga diingatkan untuk ikut berpartisipasi menjaga hak-hak seluruh masyarakat adat.

“Kami juga menyampaikan kepada seluruh warga Papua agar menjaga seluruh hak-hak masyarakat adat dan berhenti menjual tanah kepada pemerintah Indonesia karena itu dianggap saja dengan membunuh generasi Papua yang akan datang dan bertindak demi tanah air dan ideologi bangsa Papua,” pungkasnya.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika
Polres Mimika Bongkar Empat Kasus Narkotika, Barang Bukti Dimusnahkan
Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Mimika Terkendala Saksi dan CCTV
Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027
Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong
Gaun Biru Vina, Duta TIFA Asal Kamoro yang Bersinar di Panggung Nasional
Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:55 WIT

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIT

Polres Mimika Bongkar Empat Kasus Narkotika, Barang Bukti Dimusnahkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Penyelidikan Kasus Pembuangan Bayi di Mimika Terkendala Saksi dan CCTV

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:39 WIT

Tifa Creative Bawa UMKM Mimika ke Perhatian Staf Khusus Presiden, Tiar Diundang ke TIFA 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:47 WIT

Petrosea Hadirkan Inovasi Pemanfaatan Air Hujan untuk Memperluas Akses Air Layak Minum di Sorong

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT