Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan

Endy Langobelen

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi menjadi tegang setelah adanya peristiwa penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem. (Foto: Dok. Humas Polda Papua)

Situasi menjadi tegang setelah adanya peristiwa penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem. (Foto: Dok. Humas Polda Papua)

JAYAWIJAYA – Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendadak dihentikan setelah dua warga sipil menjadi korban penembakan di pintu masuk utama festival, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 12.45 WIT.

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Polda Papua, dijelaskan bahwa penembakan terjadi ketika kedua korban hendak memasuki area FBLB di Distrik Walesi.

Pelaku yang diduga merupakan orang tidak dikenal (OTK) langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua korban masing-masing bernama Laode Muhammad Kojo (43 tahun), warga Jalan Hom-Hom, Wamena, yang mengalami luka diduga akibat tembakan pada lutut kanan.

Sementara korban lainnya, Salbiah (50 tahun), juga warga Jalan Hom-Hom, mengalami luka yang diduga akibat tembakan pada paha kanan dan punggung tangan kanan.

Setelah kejadian, kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis. Keduanya dilaporkan dalam kondisi sadar dan masih menjalani tindakan medis di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

Baca Juga :  Arab Saudi Tundukkan Indonesia 3-2, Kevin Diks Cetak Brace Penalti untuk Garuda

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, membenarkan insiden penembakan tersebut.

“Kami membenarkan adanya kejadian penembakan terhadap dua warga sipil di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan berdasarkan laporan awal dalam kondisi sadar,” ujar Cahyo.

Menurut Cahyo, aparat gabungan TNI-Polri telah bergerak melakukan penanganan di lokasi sekaligus mengejar pelaku.

Personel Polres Jayawijaya bersama personel Brimob yang berada di Wamena masih melakukan pengejaran dan penyisiran untuk mencari pelaku penembakan.

“Saat ini Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” katanya.

“Kami juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah terjadinya gangguan keamanan lainnya,” imbuhnya.

Polisi hingga kini masih mendalami kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pelaku serta motif di balik penembakan tersebut.

“Petugas masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk meminta keterangan saksi serta mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan kejadian. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Cahyo.

Baca Juga :  Aparat Gabungan Evakuasi Jenazah Warga Sipil Korban Serangan OPM di Intan Jaya ke Timika

Seorang saksi yang berada bersama kedua korban di dalam kendaraan juga telah dimintai keterangan oleh kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.

FBLB Dihentikan Sementara

Pasca-penembakan, kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem untuk sementara dihentikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang kepada aparat keamanan melakukan penanganan sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif.

Kepolisian mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses pengungkapan,” pungkasnya.

Hingga Sabtu sore, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Kepolisian juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kasus penembakan yang terjadi di pintu masuk salah satu agenda budaya terbesar di Papua Pegunungan tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja
Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika
Kasus Sajam di Kwamki Narama: Polisi Tetapkan 4 Tersangka, 5 Dipulangkan
Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu
Rilis Video Penembakan Konvoi Freeport, OPM Klaim Bertanggung Jawab
Konflik Kwamki Narama: Polisi Tangkap 9 Pembawa Sajam, Terjerat UU Darurat
Polisi Temukan Mobil Rental Pembunuh Eliu Hagabal, Pelaku Diburu
Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Perkara Korupsi Aerosport

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:20 WIT

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 September 2026 - 15:15 WIT

Polisi Tetapkan 3 Tersangka atas Kasus Pembunuhan Tukang Ojek di Mimika

Senin, 7 September 2026 - 12:54 WIT

Kejari Mimika Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara, Ada Sabu dan Uang Palsu

Sabtu, 5 September 2026 - 15:54 WIT

Rilis Video Penembakan Konvoi Freeport, OPM Klaim Bertanggung Jawab

Kamis, 3 September 2026 - 16:18 WIT

Konflik Kwamki Narama: Polisi Tangkap 9 Pembawa Sajam, Terjerat UU Darurat

Berita Terbaru

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Johannes Rettob)

Pemerintahan

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:39 WIT

Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana melakukan olah TKP penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:24 WIT

Kasat Resnarkoba Polres Mimika AKP Habibi Solosa memimpin pemusnahan barang bukti ganja bersama perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, BNNK, dan kuasa hukum tersangka di Mapolres Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:20 WIT