Kapolda Papua Tengah dan Pj Sekda Puncak Serukan Perdamaian di Kwamki Narama Mimika

Ahmad

Jumat, 14 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare didampingi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman beserta sejumlah PJU Polda Papua dan Polres Mimika, Pj Sekda Kabupaten Puncak, perwakilan DPRP Papua Tengah dan Ketua MRP Papua Tengah menemui pihak bertikai di Distrik Kwamki Narama, Kamis (13/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare didampingi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman beserta sejumlah PJU Polda Papua dan Polres Mimika, Pj Sekda Kabupaten Puncak, perwakilan DPRP Papua Tengah dan Ketua MRP Papua Tengah menemui pihak bertikai di Distrik Kwamki Narama, Kamis (13/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Alfred Papare, bersama Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, turun langsung menemui dua kelompok yang terlibat bentrok di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Kamis (13/11/2025).

Kehadiran Kapolda dan Pj Sekda Puncak ini didampingi sejumlah unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Tengah, antara lain Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak; anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Papua Tengah, Yohanis Kemong; Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman; Kepala Distrik Kwamki Narama; serta beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Tengah dan Polres Mimika. Seorang tokoh agama setempat juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Brigjen Pol Alfred Papare menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada kedua belah pihak. Ia menekankan pentingnya menghentikan aksi kekerasan dan mengutamakan penyelesaian secara damai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya paham kita yang ada di sini jawabannya pasti ‘kita hanya menunggu saja, kita juga ingin damai tapi kita bergantung pada pihak korban’, itu pasti jawaban yang akan disampaikan,” ujar Brigjen Pol Alfred.

Baca Juga :  PT Freeport Indonesia Gelar Media Gathering Bersama Jurnalis di Mimika

“Saya hadir di sini cuma minta satu, tadi kita sudah bicara dengan pihak korban untuk mereka tidak lagi melakukan aksi pembalasan. Kita minta mereka duduk diam dulu, kita mau cari solusi, mau cari jalan keluar untuk bagaimana masalah ini selesai,” sambungnya.

Kapolda menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang memperkeruh situasi. Ia mengingatkan bahwa tindakan provokasi hanya akan memperburuk keadaan dan menambah korban jiwa.

“Saya akan awasi itu, saya sudah punya data. Jangan kaget suatu saat saya pasti tangkap. Jangan korbankan kita punya mama-mama dan anak-anak maupun masyarakat yang ada di sini,” tegas Brigjen Pol Alfred.

Sementara itu, Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap warganya yang terlibat dalam konflik tersebut.

Menurut Nenu, Pemerintah Kabupaten Mimika telah berupaya menangani situasi ini, namun keterbatasan kewenangan membuat mereka tidak bisa bertindak jauh karena pihak yang bertikai merupakan masyarakat asal Kabupaten Puncak.

Baca Juga :  Opening MTQ XXX di Mimika Berlangsung Meriah

“Oleh karena itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Puncak saya menyampaikan agar perang ini tidak boleh lanjut, tidak boleh! Karena perang ini saya dapat informasi dari pihak keamanan dan Pemkab Mimika bahwa ini masyarakat Puncak, saya malu sekali,” tegasnya.

Nenu juga menyesalkan bahwa konflik tersebut telah menelan korban jiwa, termasuk seorang pendeta yang dikenal sebagai tokoh agama di wilayah itu.

“Perang ini kita hentikan, kami semua harus dengar saya sekarang, hentikan perang ini—jangan lagi ada provokator di sini,“ tegasnya lagi.

Ia pun meminta aparat keamanan untuk bertindak tegas jika konflik kembali terjadi, serta mengimbau masyarakat asal Puncak yang tinggal di Timika agar menghormati pemerintah dan masyarakat setempat.

“Saya minta masyarakat Puncak yang hidup dan mencari makan di Timika agar tidak terus berbuat onar dan menghargai pemilik daerah serta Pemerintah Kabupaten Mimika,” tandasnya.

Pertemuan di Distrik Kwamki Narama itu diharapkan menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi dan pemulihan situasi keamanan di wilayah yang kerap menjadi titik konflik sosial tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam
Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap
LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika
Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku
Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan
Buru Pelaku Kriminal, Polres Mimika Gelar Operasi Sikat Noken
TNI Evakuasi Jenazah Sipil Korban Penembakan di Yahukimo
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:37 WIT

Operasi Sikat Noken di Mimika: Polisi Sita Sabu, Tembakau Sintetis, dan Sajam

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:26 WIT

Pelajar 16 Tahun Tewas Dikeroyok di Timika, Dua Pelaku Ditangkap

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:15 WIT

LBH Tong Pu Ruang Aman Laporkan Dugaan Pemerasan Terkait Mediasi Kasus di Polres Mimika

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIT

Tukang Ojek Tewas Dibacok Penumpang di Parit Mimika, Polisi Buru Komplotan Pelaku

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:23 WIT

Kapolda Papua Tengah Pastikan Penyidikan Kasus Dana Hibah KPU Mimika Tetap Berjalan

Berita Terbaru