Kordinasi dan Sinkronisasi Program, DLHKP Papua Tengah Gelar Rakernis Bidang Kehutanan

Endy Langobelen

Kamis, 7 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pembukaan Rakernis Bidang Kehutanan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Papua Tengah di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Kamis (7/12/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Foto bersama pembukaan Rakernis Bidang Kehutanan oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Papua Tengah di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Kamis (7/12/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Kehutanan di Hotel Grand Tembaga, Jalan Yos Sudarso, Timika, Papua Tengah, Kamis (7/12/2023).

Kegiatan Rakernis perdana yang bakal berlangsung hingga 8 Desember 2023 ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Papua Tengah, Benny G. Lekatompessy, dan diikuti sebanyak 30-an peserta dari perwakilan masing-masing kabupaten di Provinsi Papua Tengah.

Adapun tema yang diusung yaitu “Membangun Kordinasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Hutan untuk Kesejahteraan Bersama di Provinsi Papua Tengah”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf Ahli Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Papua Tengah, Benny G. Lekatompessy, saat membacakan sambutan Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, mengatakan bahwa Provinsi Papua Tengah memiliki total luas kawasan hutan kurang lebih 6.708.822,94 hektar yang mana di dalamnya terdapat kekayaan keanekaragaman hayati, baik flora maupun fauna.

“Kekayaan hutan yang besar ini tentunya diharapkan dapat berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah sehingga harus dikelola dengan baik dan berkelanjutan yang didukung dengan kebijakan-kebijakan yang strategis,” ujar Benny.

Untuk itu, Pemprov Papua Tengah melalui DLHKP sesuai tugas dan fungsinya diharapkan dapat merumuskan arah dan kebijakan strategis dalam pengelolaan hutan dan hasil hutan secara terpadu serta berkelanjutan di wilayah kerja Provinsi Papua Tengah.

Baca Juga :  Distrik Kwamki Narama Sosialisasikan Pencegahan dan Penurunan Stunting

Di samping itu, dibutuhkan juga penyediaan akses kelola areal pengelolaan hutan sebagai dukungan nyata DLHKP Provinsi Papua Tengah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakatnya dan mengentaskan kemiskinan masyarakat di sekitar kawasan hutan, penyelesaian konflik, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga dan bertanggung jawab terhadap kelestarian hutan.

“Penyelenggaraan Rakernis kehutanan ini sejatinya sebagai salah satu wujud penyatuan langkah rencana tindakan untuk mengelola, menjaga kelestarian hutan Papua Tengah, dan sebagai sarana peningkatan pemahaman dan kinerja bagi aparatur dalam mengelola sumber daya hutan,” tutur Benny.

Benny berharap melalui Rakernis ini kiranya dapat menjadi semangat bagi seluruh peserta untuk menjalankan beberapa hal yaitu sebagai berikut.

Pertama, meningkatkan percepatan upaya-upaya implementasi pembangunan kehutanan di Provinsi Papua Tengah.

Kedua, menindaklanjuti isu-isu strategis kehutanan dan lingkungan hidup di Provinsi Papua Tengah, nasional, maupun global.

Ketiga, menghasilkan rencana-rencana strategis pengelolaan hutan di Provinsi Papua Tengah.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala DLHKP Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun kordinasi dan sinkronisasi dalam pengelolaan hutan.

“Dalam kegiatan ini, sesungguhnya kita upaya untuk selain konsolidasi ASN yang ada di Papua Tengah, di DLHKP, tetapi juga kita ingin lakukan penyamaan persepsi dalam bingkai, kerangka, dan rapat koordinasi serta sinkronisasi antara perencanaan kegiatan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan juga kegiatan di DLHKP,” jelas Yan.

Baca Juga :  Panah dari Timur: Harapan Papua Tengah di Kejurnas Junior 2025

“Kita tahu bersama bahwa di Indonesia ini untuk pengelolaan hutan itu Kementerian Kehutanan punya UPT juga yang ada di daerah dengan tujuan ataupun dengan kegiatan-kegiatan perencanaan itu sudah ada secara nasional dan kita di daerah menjabarkannya dalam bentuk kegiatan strategis yang ada di daerah,” imbuhnya.

Untuk itu, dari kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman, kordinasi, dan sinkronisasi terkait rencana kegiatan serta program termasuk yang akan dilakukan pengelolaan hutan di Provinsi Papua Tengah.

“Nah dalam kegiatan ini juga kita libatkan mulai dari Planologi atau PKHTL. Itu akan bicara tentang bagaimana pemanfaatan ruang hutan yang ada. Terus dari PPHL, Pemanfaatan Hutan Lestari, balai itu juga akan menjelaskan ke kita bagaimana rencana-rencana kegiatan yang ada di Papua dapat kita kolaborasi dengan Provinsi Papua Tengah punya kita,” ungkapnya.

Kemudian, kata Yan, ada juga narasumber dari Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSJL) yang akan berbicara tentang bagaimana turut serta masyarakat dalam pemanfaatan hutan dari sisi sosial.

“Nah, itu juga kita akan kolaborasi dengan bidang-bidang yang ada. Kita tahu bersama bahwa itu kegiatan-kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di Indonesia terlebih khusus di Papua, Papua Tengah, sehingga kita ingin ada sinkron program dan kegiatan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan
Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP
Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini
PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa
Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen
Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif
Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber
Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:22 WIT

Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIT

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:16 WIT

PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:11 WIT

Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen

Berita Terbaru

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Pemerintahan

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Kesehatan - Peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta, pengurangan stigma terhadap pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Jayapura. Galeripapua/ Ikbal Asra

Kesehatan

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT