SORONG – Empat titik di Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya akan jadi lokasi pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG). Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi kuat di masa depan.
“Pemerintah saat ini telah mencanangkan berbagai program penting demi meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak dan masyarakat,” kata Wakil Bupati Sorsel, Yohan Bodori, kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
Ia mengatakan, pemerintah telah menggelar tatap muka bersama masyarakat pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIT di Kampung Sayolo, Teminabuan, Sorsel, Papua Barat Daya.
“Kita patut bersyukur karena program MBG akan berjalan di empat titik, salah satunya di Distrik Teminabuan. Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi kuat di masa depan,” ungkapnya.
Yohan menjelaskan, selain itu, pemerintah juga menghadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit, memperoleh penanganan yang tepat, serta meningkatkan kesadaran hidup sehat.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Imekko, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” ungkapnya.
Ia mengatakan Mubes ini adalah wadah untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan pemikiran, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan adat serta mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita bersatu padu, bahu-membahu, dan menunjukkan bahwa masyarakat Imekko mampu menjaga persatuan dan menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya. Kita bersama-sama mendukung seluruh program pemerintah pusat maupun daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” bebernya.
” Tidak ada kata terlambat untuk kita bersatu demi Indonesia yang lebih baik. Dari Sabang sampai Merauke kita adalah satu kesatuan, dan bersama-sama kita akan mewujudkan bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu Kabid Kesmas dan Kasie Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yuliana Wugaje, mengatakan program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus didukung.
“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ibu hamil, untuk memanfaatkan setiap pelayanan kesehatan yang telah disediakan. Kita tahu bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Ia mengatakan pada masa inilah seorang ibu perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, asupan gizi yang cukup, serta pendampingan yang tepat, agar dapat melahirkan generasi Imekko yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Melalui program MBG, anak-anak kita memperoleh makanan tambahan yang bernilai gizi tinggi. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menunjang perkembangan otak sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas,” katanya.
Sementara itu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) hadir untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya ibu hamil.
Dengan adanya PKG, ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan rutin, memantau kesehatan janin, serta memperoleh penanganan dini bila ada masalah kehamilan.
Kedua program itu saling melengkapi demi lahirnya generasi penerus yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.










