Terima Keluhan Warga, Kadistrik Wania Janji Bawa Masalah Infrastruktur ke Pemkab

Ahmad

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alex Onawame menyampaikan keluhan warga kepada Kepala Distrik Wania dan jajaran saat kunjungan lapangan, Jumat (23/1/2026). (Foto: Istimewa)

Alex Onawame menyampaikan keluhan warga kepada Kepala Distrik Wania dan jajaran saat kunjungan lapangan, Jumat (23/1/2026). (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Ironi kehidupan masyarakat di pusat Kota Timika terungkap saat Pemerintah Distrik Wania turun langsung ke permukiman warga dalam kegiatan Clean Friday atau Jumat Bersih.

Dipimpin Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, jajaran distrik mendatangi RT 11 dan RT 45 Kelurahan Kamoro Jaya, kawasan Jalan Hasanudin–Irigasi, Distrik Wania, Jumat (23/1/2026) pagi.

Di lokasi tersebut, berbagai keluhan serius disampaikan warga, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, minimnya rumah layak huni, buruknya sanitasi, hingga krisis air bersih, meski wilayah itu berada di pusat kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tokoh masyarakat setempat, Alex Onawame, menyebut kondisi sosial dan lingkungan di wilayah itu sudah lama memprihatinkan dan jauh dari perhatian pemerintah.

Menurut Alex, akses jalan yang dibangun sekitar tahun 2006–2007 kini rusak parah dan menyulitkan aktivitas warga. Kerusakan jalan bahkan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

Baca Juga :  Dinkes Mimika Upayakan Peserta BPJS Bisa Akses Semua Faskes

“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan, masyarakat sering kesulitan melintas, bahkan pernah ada seorang ibu yang melahirkan di tengah jalan karena kendaraan tidak bisa lewat dengan baik akibat jalan berlubang dan rusak,” ujar Alex.

Selain persoalan jalan, warga juga menghadapi keterbatasan air bersih. Sumur bor yang sebelumnya dibangun oleh TNI-Polri sudah tidak berfungsi, memaksa warga memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sebelumnya ada penyediaan sumur bor dari pihak TNI-Polri tetapi fasilitasnya sudah rusak dan tidak dapat digunakan lagi. Sehingga hal itu membuat anak-anak mandi di kali, kami juga cuci piring dan pakaian di situ,” kata Alex.

“Air yang digunakan di kali ini jelas tidak sehat, tapi kami tidak punya pilihan lain karena tidak ada air bersih,” tambahnya.

Alex berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian nyata dan segera melakukan penanganan atas persoalan yang telah lama dialami warga.

Baca Juga :  AIYE Disambut secara Adat oleh Masyarakat Suku Kei di Mimika

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Distrik Wania, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa kegiatan turun langsung ke lapangan merupakan agenda rutin untuk melihat kondisi riil masyarakat.

Ia memastikan seluruh temuan dan aspirasi warga akan dilaporkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan instansi terkait.

“Kami akan membawa laporan lengkap dan gambaran kondisi lapangan kepada Bupati, Wakil Bupati, serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) terkait. Harapannya, pada tahun 2026 ini ada program yang bisa diprioritaskan untuk masyarakat Amungme di Kelurahan Kamoro Jaya,” tutur Merlyn.

Merlyn berharap dengan melihat langsung kondisi lapangan, pemerintah daerah dan OPD terkait memiliki persepsi yang sama dalam menyusun langkah konkret demi meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami mohon agar apa yang kami laporkan ini benar-benar ditindaklanjuti, karena kondisi di sini tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang tinggal di pusat kota,” pungkas Merlyn.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Mimika Tegur OPD Terkait LAKIP 2026, Baru 11 dari 58 OPD Patuh Pelaporan
3.185 PNS di Mimika Belum Menyusun SKP, Rotasi dan Mutasi Jadi Terhambat
Data Dukcapil: Penduduk Mimika Tembus 323 Ribu Jiwa, Miru Paling Padat
Dana Otsus Mimika 2026 Menyusut, Pemkab Prioritaskan Pembangunan dari Kampung
Waduh, Baru Tiga OPD di Mimika yang Serahkan LAKIP
Pejabat Pemkab Mimika Diingatkan Segera Lapor LHKPN, Tenggat 31 Maret 2026
KPK Soroti Aset Pesawat dan Helikopter Pemkab Mimika, Piutang Rp18,8 Miliar Belum Lunas
BRIDA Mimika Buka Akses Riset Daerah, Gandeng Perguruan Tinggi Lokal

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:49 WIT

Bupati Mimika Tegur OPD Terkait LAKIP 2026, Baru 11 dari 58 OPD Patuh Pelaporan

Senin, 9 Februari 2026 - 13:02 WIT

3.185 PNS di Mimika Belum Menyusun SKP, Rotasi dan Mutasi Jadi Terhambat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 01:54 WIT

Data Dukcapil: Penduduk Mimika Tembus 323 Ribu Jiwa, Miru Paling Padat

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:57 WIT

Dana Otsus Mimika 2026 Menyusut, Pemkab Prioritaskan Pembangunan dari Kampung

Senin, 2 Februari 2026 - 12:06 WIT

Waduh, Baru Tiga OPD di Mimika yang Serahkan LAKIP

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT