MIMIKA – Aparat gabungan yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dan personel Polsek Mimika Baru melakukan penertiban di kawasan Pasar Sentral Timika menyusul maraknya gangguan keamanan yang dipicu peredaran minuman lokal jenis sopi.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan pada Disperindag Mimika, Matius Way, menjelaskan, kegiatan yang dilakukan bukan agenda rutin, melainkan respons atas laporan masyarakat dan pedagang yang mengeluhkan seringnya terjadi keributan, pencurian, hingga perkelahian di area pasar
“Pagi hari ini ada sekelompok anak-anak yang mabuk di lokasi pasar atau di area lapak kuliner sehingga Kapospol dengan teman-teman sudah ambil tindakan tadi, sudah menangkap pelakunya dan dibawa ke Polsek,” ujar Matius kepada Galeripapua.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam operasi tersebut, petugas gabungan dari Disperindag dan aparat kepolisian melakukan penyisiran hingga ke bagian belakang pasar.
Hasilnya, ditemukan kemasan minuman lokal (milo) berjenis sopi yang diduga menjadi sumber gangguan ketertiban
“Kami sudah temukan 10 bungkus sopi di tempat dan 10 bungkus sudah terjual. Kami bawa datang di pos dan sekarang sudah dibawa Ke Polsek Mimika Baru,” jelasnya.
Matius menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen segera melakukan penertiban dan penataan pasar agar persoalan serupa yang kerap terjadi tidak terulang kembali.
“Kami pemerintah sepakat bahwa hal ini akan kita tertibkan, kita akan tata pasar ini ulang lagi. Kita akan memakai sistem buka tutup dan menggunakan satu pintu di depan. Di belakang akan ditutup pagar keliling. Ini dilakukan agar tidak ada pedagang yang menghuni di dalam pasar,” tuturnya.
Selain itu, aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah pelaku yang diduga terlibat, termasuk satu orang yang sebelumnya sempat mengancam petugas menggunakan senjata tajam.
Kapospol Pasar Sentral, Aiptu Doni Wayoi, mengungkapkan bahwa insiden tersebut menjadi perhatian serius karena membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat.
“Saat kami tegur, mereka dalam keadaan mabuk, mereka sudah punya persiapan dengan parang pisau. Itu yang terjadi tadi pagi. Mereka sempat mau potong petugas, untung tidak kena. Kalau kena pasti lewat,” tegas Doni.
Menurutnya, kawasan pasar kuliner kerap dijadikan titik berkumpul bagi para pemuda yang mengonsumsi sopi, sehingga memicu tindakan kriminal dan gangguan keamanan lainnya.
“Jadi pasar kuliner di depan ini, ini mereka punya titik kumpul. Mereka beli sopi, mereka datang duduk minum di Pasar Kuliner sini,” katanya.
Lebih lanjut Doni menegaskan akan memberikan efek jerah dengan membuat laporan polisi terhadap para pelaku, khususnya pelaku yang telah bertindak mengancam keselamatan petugas dan masyarakat menggunakan senjata tajam.
Langkah ini diharapkan dapat menjawab keluhan para pedagang serta menciptakan suasana Pasar Sentral Timika yang lebih aman, tertib, dan kondusif.






















