MIMIKA – Belum genap sehari pendaftaran dibuka, nama-nama itu sudah membanjir. Hampir 3.000 orang mendaftarkan diri untuk Sunset Run Mimika lomba lari yang baru pertama kali digelar, dengan kuota hanya 500 peserta.
Panitia dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mimika tidak punya pilihan lain. Dari ribuan pendaftar itu, sebagian besar harus mengadu nasib lewat undian elektronik. Sebanyak 150 tempat sudah dikunci untuk pegawai Dukcapil, organisasi perangkat daerah, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Tiga ratus lima puluh sisanya diperebutkan.
Lomba ini dijadwalkan pada 1 Agustus 2026, masuk dalam rangkaian resmi peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Mimika. Yang membedakannya dari lomba lari pada umumnya bukan sekadar namanya — melainkan waktunya. Peserta dilepas sekitar pukul 16.00 WIT, tepat ketika matahari mulai condong ke barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ide itu datang dari Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutejo, saat ia berkunjung ke wilayah Mapar. “Suasana matahari terbenamnya sangat bagus. Dari situ muncul ide bagaimana kalau kita mulai konsep sunset run di Timika,” katanya dalam rapat persiapan di Kantor Dukcapil, Senin, 27 Juli 2026.
Rute lomba membelah jantung kota. Peserta start dari Kantor Dukcapil, menuju Bundaran Petrosea, melintasi kawasan depan Satuan Lalu Lintas, berputar kembali ke bundaran yang sama, melewati gedung DPRK Mimika dan kawasan Ramayana, sebelum kembali finis di halaman Dukcapil. Koordinasi dengan Polres Mimika dan Dinas Perhubungan masih berlangsung untuk memastikan rute aman dan lalu lintas tidak terganggu.
Hadiah uang pembinaan disiapkan untuk kategori umum putra dan putri. Juara pertama mendapat Rp7,5 juta, kedua Rp6 juta, ketiga Rp5 juta, keempat Rp2 juta, dan kelima Rp1 juta.
Hari itu tidak hanya milik pelari. Layanan administrasi kependudukan tetap dibuka. Donor darah bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Masyarakat dan Dinas Kesehatan Mimika dimulai sejak pagi. Bazar UMKM, kompetisi video kreatif, Papua Makeup Challenge, pertunjukan seni budaya, dan hiburan rakyat mengisi sisa hari hingga malam.
Kompetisi video kreatif menawarkan hadiah Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3 juta juara kedua, dan Rp2 juta juara ketiga. Area parkir dipusatkan di kompleks BPKAD agar kawasan sekitar lokasi acara tidak macet.
Empat hari setelah Sunset Run, rangkaian HUT RI Mimika berlanjut dengan nikah massal. Pada 5 Agustus 2026, sekitar 70 pasangan dari berbagai latar belakang agama dijadwalkan menikah bersama di kawasan Eme Neme Yauware. Pemerintah menargetkan 100 pasangan dan pendaftaran masih dibuka. Prosesinya melibatkan Kantor Kementerian Agama, Pengadilan Agama, serta berbagai organisasi keagamaan.
Slamet menyebut seluruh rangkaian kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial. Pemerintah Kabupaten Mimika berencana mengusulkannya masuk dalam Kharisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata. “Kami ingin kegiatan ini menjadi event yang berkelanjutan dan memiliki nilai promosi bagi daerah,” katanya.







