GALERIPAPUA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Papua mencatat sebanyak 823 jemaah haji asal Papua telah kembali ke Tanah Air dan tiba di Asrama Haji Debarkasi Makassar hingga berakhirnya fase pemulangan musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Jumlah tersebut berasal dari total 827 jemaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Papua Musa Narwawan mengatakan seluruh rangkaian operasional haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan dengan baik berkat koordinasi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah haji Provinsi Papua dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh unsur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji,” kata Musa dalam rilisnya kepada Galeripapua, Rabu 24 Juni 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung pada masa transisi kelembagaan setelah berdirinya Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian tersendiri. “Meski demikian seluruh tahapan pelayanan tetap dapat berjalan sesuai rencana melalui koordinasi yang dilakukan di tingkat kabupaten, provinsi, embarkasi, hingga Arab Saudi,” ujarnya
Musa membuat janji bahwa dirinya akan mengevaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah. “Setiap masukan dan dinamika di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya,” ucapnya
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah jemaah haji asal Papua pada musim haji 2026 mencapai 827 orang. Mereka terbagi dalam tiga kelompok terbang, yakni Kloter UPG-27 yang mengangkut 384 jemaah, Kloter UPG-29 sebanyak 382 jemaah, dan Kloter UPG-31 yang bergabung dengan Sulawesi Selatan sebanyak 61 jemaah. Masing-masing kloter didampingi enam petugas untuk UPG-27 dan UPG-29, serta dua petugas untuk UPG-31.
Adapun tiga jemaah masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Madinah, sementara satu jemaah dilaporkan meninggal dunia saat berada di Makkah. Ketiga jemaah tersebut yakni Najamuddin Muhamad Shidik (63 tahun) asal Kabupaten Nabire yang dirawat di King Fahad Hospital Madinah, Marhuma Sagga Tutu (57 tahun) asal Kota Jayapura yang dirawat di Saudi German Hospital Madinah, serta Endang Pawistri Asral (71 tahun) asal Kabupaten Biak Numfor yang dirawat di King Salman Bin Abdul Aziz Hospital Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah Papua menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah Rasia Jabara Banto (65 tahun), jemaah asal Kabupaten Mimika yang meninggal di Makkah pada 5 Juni 2026. Kemenhaj Papua juga memastikan seluruh hak dan layanan bagi jemaah tersebut telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan tibanya Kloter UPG-31 di Debarkasi Makassar, Kemenhaj Papua menyatakan fase pemulangan jemaah haji asal Papua tahun 1447 Hijriah telah selesai dan akan segera memasuki tahap evaluasi sebagai persiapan penyelenggaraan haji tahun berikutnya.








