3 Narapidana di Timika Kabur, 1 Pelaku Mutilasi Warga Nduga

Jefri Manehat

Senin, 23 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi narapidana kabur. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi narapidana kabur. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Tiga warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Timika dikabarkan kabur pada Sabtu (21/10/2023) malam.

Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, ketiga narapidana yang kabur dari Lapas Kelas II B Timika yakni Roy Marthen Howay alias Roy, narapidana perkara Mutilasi empat warga Nduga yang dijerat dengan pasal 340 dan 338 KUHP ancaman penjara seumur hidup.

Kemudian Yanuarius Nukowo alias Yang dijerat dengan pasal 77 dan pasal 364 ayat 4 KUHP terlibat pencurian dengan kekerasan mengakibatkan korban meninggal dunia.

Lalu Abraham Charles Wenehenuvy alias Iwak yang terlibat perkara pengeroyokan dan dijerat dengan pasal 170 ayat 2 KUHP.

Kepala Lapas Kelas II B Timika, Marthen Bake, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kaburnya narapidana tersebut.

Diungkapkan bahwa sebenarnya terdapat empat Napi yang kabur. Namun, salah satu napi atas nama Martinus Atiti, yang di jerat dengan pasal 362 KUHP dengan kasus pencurian, telah ditemukan oleh petugas Lapas.

“Benar, kemarin pukul 19:00 WIT, ada empat narapidana kabur tetapi satu sudah ditangkap,” ujar Marthen.

Baca Juga :  Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika

Dijelaskan bahwa para narapidana melarikan diri dengan cara menggunting pagar kawat dan melompat dari tembok.

“Narapidana ini kabur dengan cara menggunting pagar di blok Mambruk kemudian lari lompat pagar di bagian belakang,” jelas Marthen.

“Gunting yang digunakan masih dilakukan penyelidikan dari mana gunting tersebut berasal. dari Reskrim sudah melakukan olah TKP untuk melihat kondisi di sekitar Lapas,” tutur Marthen menambahkan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman
Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Dewan Adat Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Benahi Mamberamo Raya

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 19:41 WIT

Pelecehan Seksual Berulang di Jayapura, Mengapa Korban Belum Terlindungi?

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:40 WIT

BMKG Imbau Warga Mimika Waspadai Kekeringan dan Kabut Asap Kiriman

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:25 WIT

Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik, Polres Mimika Diusulkan Naik Tipe Jadi Polresta

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Berita Terbaru

Suasana workshop yang diselenggarakan oleh LMA Tsingwarop di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Organisasi

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 25 Sep 2026 - 18:43 WIT

Suasana kegiatan penyusunan analisis laporan pertanggungjawaban APBD 2026 di Aula Kantor BPKAD Mimika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pemerintahan

BPKAD Mimika Dorong APBD Tak Berhenti pada Serapan Anggaran

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:34 WIT