Pertumbuhan Ekonomi Mimika di 2025 dan Hiruk Pikuk Persoalan Inflasi

Ahmad

Jumat, 6 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapak dagangan milik Hasna, pedagang Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Lapak dagangan milik Hasna, pedagang Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Kabupaten Mimika pada tahun 2025 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang cukup baik kalau saja pemerintah daerah dapat melaksanakan program-programnya dengan maksimal.

Saat ini, Kabupaten Mimika baru saja melewati proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, di mana terdapat tiga pasangan calon (Paslon) yang bertarung memperebutkan kursi kedudukan kepemimpinan daerah.

Dari ketiga Paslon tersebut, masing-masing memiliki visi dan misi serta program kerja unggulan yang mendorong kesejahteraan masyarakat hingga peningkatan ekonomi di Kabupaten Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ketiga Paslon ini juga memiliki visi dan misi untuk pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Mimika yang hingga kini masih menjadi masalah di Mimika.

Selain beberapa hal di atas, pekerjaan rumah terbesar yang tak kunjung usai di Mimika dari tahun ke tahun adalah persoalan inflasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, data statistik menunjukkan peningkatan inflasi di Mimika. Lantas, dengan program yang dicanangkan akankah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika terpilih nantinya dapat menyelesaikan berbagai persoalan tersebut?

Siasat Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Mimika

Berbicara menyangkut ekonomi, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Mimika, Junaldi Samuel, menjelaskan Mimika kini menjadi bagian dari Provinsi Papua Tengah yang merupakan daerah otonomi baru (DOB). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pemerintah provinsi yang juga dikucurkan untuk mendukung pemerataan ekonomi di masing-masing daerah termasuk Mimika, itu akan sangat membantu.

Junaldi menyebut, di Kabupaten Mimika, data pencari kerja (Pencaker) di tahun 2024 cukup meningkat meski tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada.

Kemudian, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKN) di Kabupaten Mimika yang kian bertambah serta perkembangan usaha dari para pelaku UMKM yang cukup positif menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup baik.

Menurut Junaldi, pemerintah daerah cukup menjalankan program-program kerja secara maksimal untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika di tahun-tahun yang akan datang.

Dengan begitu, roda perputaran ekonomi di Kabupaten Mimika bisa menunjukkan perkembangan yang baik.

“Karena kalau mau dibilang ke depan, jika dibandingkan dengan tahun 2023 atau 2024, 2025 harusnya jauh lebih baik karena kita sudah lewati masa Pilkada, kita sudah selesai di tahun politik. Ini saatnya kita dengan wajah baru. Dengan pimpinan baru, harapannya dana dapat dikucurkan dan terserap di Kabupaten Mimika sehingga ekonomi bisa naik,” terang Junaldi saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (3/12/2024).

Junaldi menilai roda ekonomi di Kabupaten Mimika yang saat ini sedang bergulir secara umum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Program-program dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi juga mulai dicanangkan pihak perbankan untuk tahun 2025.

Kemudian, meski kini pemerintah berencana menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen di awal tahun 2025, namun upah minimum kabupaten (UMK) Kabupaten Mimika juga bakal dinaikkan.

“Memang sih harga barang-barang semua pasti akan naik tapi kan itu akan diimbangi juga dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Kabupaten Mimika. Kalau saya lihat sih dari sisi jumlah penduduk ya Timika saya rasa sangat ramai orang coba memulai hidup ataupun coba cari kerja di sini, otomatis walaupun mereka belum ada kerja tapi mereka harus bisa konsumsi toh? Otomatis itu sudah mereka yang bakal kasih hidup,” ujar Junaldi.

Baca Juga :  JOEL Ajak Semua Paslon Ciptakan Pilkada Damai di Mimika

Di tahun 2024, kata Junaldi, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika sudah cukup bagus dibandingkan dengan beberapa daerah lainnya di tanah Papua. Sebab, jika dilihat dari omset para pengusaha yang mengalami peningkatan pada semester kedua di tahun 2024.

Penjualan minuman soda tanpa alkohol misalnya, para pengusaha yang bergerak di bidang ini dikatakan meraup omset yang cukup besar.

“Harusnya kalau misalkan semester kedua di 2024 ini bagus memang kalau di 2025 kita mungkin akan lesu di Januari, tapi kan di Maret sudah Lebaran. Yang ditakutkan di 2025 mungkin di semester kedua aja. Makanya kalau dari roda ekonomi harusnya masyarakat dapat tetap konsumsi ya,” katanya.

“Kalau dari pemerintah biasanya kan mereka baru kucurkan dana mulai April Mei, untuk proyek dan lain-lain. Jadi, semester satu mungkin masih aman. Kalau semester 2, harus butuh bantuan dari pemerintah juga untuk alokasi dana dan penyerapan di Timika lebih besar,” sambungnya.

Dengan begitu, siapapun kepala daerah yang berhasil terpilih dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati definitif dapat membawa perubahan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mimika serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Inflasi Mimika yang Terus Naik dalam Dua Tahun Terakhir

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, inflasi Year on Year (y-on-y) Timika sebesar 4,28 persen pada November 2024 dan tingkat inflasi Month to Month (m-to-m) Timika sebesar 0,16 persen. 

Jika dilihat dari perbandingan antar tahun, pada November 2024, tingkat inflasi y-on-y Timika sebesar 4,28 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 3,69 persen. 

Tingkat inflasi y-on-y untuk November 2023 sebesar 3,86 persen dan November 2022 sebesar 6,51 persen. Tingkat inflasi y-to-d November 2023 sebesar 3,14 persen dan November 2022 sebesar 5,20 persen.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ouceu Satyadipura menyebutkan, untuk di bulan November 2024, kenaikan inflasi tersebut dibarengi dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,21 persen. 

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,84 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,08 persen. 

Kemudian, kelompok kesehatan sebesar 8,73 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,43 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,31 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,31 persen. 

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,22 persen; kelompok transportasi sebesar 1,27 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,20 persen.

“Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Timika November 2024 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 3,69 persen,” kata Ouceu. 

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok Perkembangan harga berbagai komoditas pada November 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. 

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada November 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 4,28 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada November 2023 menjadi 110,21 pada November 2024, tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen. Sedangkan, tingkat inflasi y-to-d sebesar 3,69 persen. 

Baca Juga :  Rencana Strategis Bupati Mimika dalam 100 Hari Kerja

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran pada: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,84 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,08 persen.

Selanjutnya, kelompok kesehatan sebesar 8,73 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,43 persen; kelompok Perkembangan Indeks Harga Konsumen Timika November 2024 No. 12/12/94/Th. XXVII, 2 Desember 2024

Kelompok pendidikan sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,31 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 12,31 persen. 

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,22 persen; kelompok transportasi sebesar 1,27 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,20 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada November 2024, antara lain: daging babi, emas perhiasan, beras, bawang putih, tarif laboratorium, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, tauge/kecambah, tomat, mobil, terong, bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, roti manis, tahu mentah, gula pasir, biaya jaringan saluran tv, daging sapi, nasi dengan lauk, dan ketela pohon.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: angkutan udara, ikan cakalang/ ikan sisik, ikan bawal, buncis, kangkung, bahan bakar rumah tangga, bensin, wortel, tempe, mie kering instant, sabun detergen bubuk, kol putih/kubis, batako, sepatu anak, lengkuas, paku, daun kemangi, sepeda anak, kentang, dan nugget.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada November 2024, antara lain: daging babi, cabai rawit, tomat, emas perhiasan, ikan bawal, bawang merah, daging sapi, jeruk, tarif laboratorium, tahu mentah, sigaret putih mesin (spm), bawang putih, minyak goreng, daun bawang, ikan kakap merah, wortel, sepeda motor, labu siam/jipang, telur ayam kampung, tarif rumah sakit, dan mobil. 

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, antara lain: kangkung, bayam, beras, terong, kol putih/kubis, cabai merah, tempe, cumi-cumi, celana pendek pria, dan angkutan udara.

Selanjutnya, pada November 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,97 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,04 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,16 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,78 persen. 

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y yaitu, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen; kelompok transportasi sebesar 0,12 persen; serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen. 

Sedangkan, kelompok pakaian dan alas kaki tidak memberikan andil/sumbangan yang signifikan terhadap inflasi/deflasi y-on-y.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinode GKI Resmikan Unit Usaha Amazing Grace Hotel di Papua
Stok Beras Timika 1.513 Ton, Bulog Pastikan Cukup Tiga Bulan
Satpol PP Mimika Awasi Sembako dan Batasi Jam Operasional Kafe Selama Ramadan
Harga Komoditas Naik, Inflasi Mimika Januari 2026 Tembus 3,97 Persen
Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis
Penduduk Miskin Mimika Berkurang, Tapi Garis Kemiskinan Terus Naik
Inflasi Mimika Desember 2025 Melandai, Terendah dalam Dua Tahun Terakhir
Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:00 WIT

Sinode GKI Resmikan Unit Usaha Amazing Grace Hotel di Papua

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:20 WIT

Stok Beras Timika 1.513 Ton, Bulog Pastikan Cukup Tiga Bulan

Rabu, 25 Februari 2026 - 05:08 WIT

Satpol PP Mimika Awasi Sembako dan Batasi Jam Operasional Kafe Selama Ramadan

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:31 WIT

Harga Komoditas Naik, Inflasi Mimika Januari 2026 Tembus 3,97 Persen

Minggu, 11 Januari 2026 - 04:05 WIT

Lapangan Kerja di Mimika Bertambah, Pengangguran Masih Naik Tipis

Berita Terbaru