Bupati Mimika Temui Pendemo di Kantor Dishub

Ahmad

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, massa aksi dari 4 distrik yang melakukan demo di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Selasa (29/4/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Bupati Mimika, Johannes Rettob, didampingi Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, massa aksi dari 4 distrik yang melakukan demo di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Selasa (29/4/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menemui massa aksi dari empat distrik, yakni Distrik Alama, Jila, Hoya dan Tembagapura, yang melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Selasa (29/4/2025).

Seperti yang diketahui massa yang mengatasnamakan 47 kampung itu melaksanakan demonstrasi untuk menyuarakan kesenjangan yang mengisolasi akses penerbangan ke empat distrik di wilayah pegunungan Mimika.

Aspirasi yang dibawa dalam aksi unjuk rasa tersebut tak lain adalah meminta agar penerbangan perintis ke wilayah-wilayah dimaksud dapat dibuka kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media ini, sekitar pukul 11.21 WIT, Bupati Mimika, Johannes Rettob, tiba di lokasi dan langsung menyapa massa aksi.

Massa pun kemudian menyampaikan tuntutan mereka secara langsung kepada orang nomor satu di Mimika itu.

Menerima aspirasi dari masyarakat, Johannes Rettob menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah melaksanakan demo dengan aman dan tertib.

Johannes menyebutkan, terkait tuntutan menghilangkan stigma zona merah di empat distrik tersebut, pihaknya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan aparat keamanan yang berada di Mimika, baik Polres Mimika maupun Kodim 1710/Mimika.

Baca Juga :  80 ASN Mimika Ikut Bimtek Pokja, 19 yang Lulus Ujian Sertifikasi

“Saya akan diskusikan hal ini. Ada Pak Kapolres yang hadir juga di sini dan nanti dengan Pak Dandim 1710/Mimika supaya stigma ini betul-betul hilang,” kata Johannes disambut tepuk tangan massa aksi.

Johannes menambahkan, alasan banyak maskapai tidak ingin terbang ke wilayah pegunungan adalah keamanan.

Mengenai tuntutan dibuka kembalinya penerbangan ke empat distrik itu, Bupati juga meminta masyarakat untuk ikut menjamin situasi keamanan di wilayahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengatakan akan membahas skema pengamanan pada 4 distrik di wilayah pegunungan Mimika yang terisolasi akibat tidak adanya akses penerbangan tersebut.

Sebab, seperti diketahui, bahwa untuk menjangkau empat distrik di tersebut, hanya dapat ditempuh dengan transportasi udara.

Khusus untuk Distrik Temagapura masih dapat dijangkau dengan transportasi darat namun harus melalui objek vital nasional PT Freeport Indonesia.

Baca Juga :  Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan

Saat ini, tidak adanya akses penerbangan dikarenakan peristiwa pembunuhan pilot asal Selandia Baru, Glen Malcolm Conning, pada Agustus 2024 lalu di Distrik Alama.

Selain itu, juga terjadi penembakan terhadap helikopter milik TNI AU di Distrik Hoya pada November 2024.

Akibatnya, tidak ada operator penerbangan yang bersedia membuka penerbangan ke wilayah tersebut meski sebelumnya Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika melakukan lelang terkait penerbangan subsidi.

“Jadi, kita nanti duduk bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), TNI, Polri, dengan tokoh masyarakat. Tadi kan sudah sempat disampaikan oleh Pak Bupati bahwa sudah pernah tejadi kesepakatan, namun setelah terjadi kesepakatan itu, terjadi pembakaran pesawat,” kata Kapolres.

Kapolres menyebutkan, pihaknya pun akan membahas bersama perihal kebutuhan pos pengamanan di wilayah-wilayah tersebut.

Saat ini, kata Kapolres, wilayah 4 distrik tersebut sudah dinyatakan aman dan kondusif. “Aman, untuk wilayah 4 distrik tersebut. Saya nyatakan aman,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional
Tingkatkan Kesiapsiagaan, BPBD Mimika Bekali 50 Peserta Mitigasi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Rabu, 2 September 2026 - 19:01 WIT

Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT