OPM Akui Serang Bandara Aminggaru, Targetkan Pesawat dan Aparat Militer

Endy Langobelen

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan TPNPB Kodap XVIII Ilaga. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Pasukan TPNPB Kodap XVIII Ilaga. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

PUNCAK – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVIII Ilaga mengakui telah melancarkan serangan bersenjata di Bandar Udara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Rabu (18/6/2025) pagi.

Dalam serangan tersebut, TPNPB menargetkan aparat militer Indonesia dan sebuah pesawat sipil yang diduga terlibat dalam aktivitas pendropan pasukan TNI.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa aksi penyerangan dimulai sekitar pukul 08.30 WIT dan berlangsung selama hampir dua jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata dia, Serangan itu dipimpin langsung oleh Panglima Kodap XVIII Ilaga, Bridjen Peni Murib, bersama komandan lapangan Pilatus Waker dan Papuanus Murib.

Baca Juga :  Aparat Tewaskan 1 Anggota KKB di Intan Jaya, Jubir OPM Sebut Warga Sipil

Menurut keterangan, pesawat sipil yang diserang diduga digunakan untuk mengangkut personel militer ke wilayah konflik.

“Pesawat sipil akan tetap menjadi target selama digunakan untuk mendukung operasi militer Indonesia di Papua,” ujar Sebby berdasarkan laporan Papuanus Murib.

Usai kontak tembak di bandara, TPNPB juga menuding aparat militer Indonesia melakukan operasi balasan ke arah Kampung Tabanggi 1 dan 2, Distrik Gome Utara, yang disertai pembakaran sejumlah rumah warga sipil.

Terkait dengan hal itu, Manajemen Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau masyarakat sipil agar tidak bepergian ke wilayah konflik, khususnya Ilaga.

“Kami peringatkan warga sipil dari Nabire, Timika, dan Wamena untuk tidak menaiki pesawat ke Ilaga. Jangan menjadi korban dari perang ini,” tegas Sebby Sambom.

Baca Juga :  Komandan KKB Jaringan Aibon Kogoya Ditangkap di Nabire

Lebih lanjut, TPNPB juga menyatakan bahwa warga non-Papua yang berada di luar Kota Ilaga dan masih beraktivitas dianggap sebagai bagian dari jaringan intelijen militer Indonesia.

Pihaknya mengklaim bahwa kehadiran mereka di wilayah konflik merupakan bagian dari strategi negara untuk melemahkan gerakan separatis Papua.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun kepolisian terkait insiden penembakan dan situasi terkini di Bandar Udara Aminggaru dan sekitarnya.

Sementara Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi terkait penyerangan ini menyebut masih mengumpulkan informasi.

“Masih dikumpulkan infonya,” jawabnya singkat via pesan WhatsApp, Rabu siang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara
TNI Sita 79 Pucuk Senjata Api di Papua, 22 Orang Ditindak
Mantan Kepala Kampung Ineki Supiori Ditahan, Kerugian Negara Rp906 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:04 WIT

Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIT

Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta

Berita Terbaru