Setelah 14 Tahun Tertunda, Warga Kota Timika Akhirnya Nikmati Air Bersih

Ahmad

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen peluncuran air bersih di Jalur 5 Sp2, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Momen peluncuran air bersih di Jalur 5 Sp2, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Setelah menanti selama 14 tahun, masyarakat Kabupaten Mimika, khususnya yang berada di wilayah kota, akhirnya bisa menikmati air bersih.

Hal itu ditandai dengan peluncuran sistem distribusi air bersih dari Water Treatment Project (WTP) Kuala Kencana yang digelar di Jalur 5, Distrik Mimika Baru, Sabtu (12/7/2025).

Peluncuran dilakukan oleh Bupati Mimika Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong, didampingi Direktur dan EVP Sustainable Development and Community Relation PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, serta sejumlah pejabat terkait.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dalam skemanya, PTFI membangun fasilitas pengolahan air bersih, sementara Pemkab Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bertanggung jawab atas pembangunan jaringan pipa dan distribusi ke rumah-rumah warga.

WTP Kuala Kencana sendiri telah diserahterimakan dari PTFI ke pemerintah daerah pada 2023, setelah melalui serangkaian uji coba.

Proyek ini sebelumnya sempat mandek selama beberapa tahun, sebelum dilanjutkan kembali pada 2022.

Anggaran Bengkak, Tapi Proyek Tuntas

Proyek air bersih ini pertama kali direncanakan pada 2012 dan mulai dikerjakan setahun kemudian. Namun, keterbatasan anggaran menyebabkan pembangunan tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga :  Sembilan Anggota DPRK Mimika Jalur Otsus Resmi Dilantik

Pada 2014, anggaran direvisi menjadi Rp374 miliar, lalu membengkak menjadi lebih dari Rp510 miliar pada 2022.

Pada 2024, anggaran kembali dikucurkan sebesar Rp248 miliar, dan pada 2025 ditambah lagi sekitar Rp275 miliar. Hingga pertengahan tahun ini, progres pembangunan telah mencapai 53,98 persen. Sisa kebutuhan anggaran tahun ini diperkirakan mencapai Rp236 miliar atau sekitar 46,2 persen.

Hingga Juni 2025, sebanyak 10.835 sambungan rumah (SR) telah terpasang dan dialiri air bersih. Targetnya, hingga akhir tahun ini akan tercapai 16.000 SR.

Kapasitas Besar, Air Siap Minum

Infrastruktur WTP Kuala Kencana dilengkapi dengan teknologi yang memungkinkan air langsung dikonsumsi. Air yang disalurkan memiliki tingkat keasaman (pH) netral, yaitu sekitar 8, dan dinyatakan aman untuk diminum.

Fasilitas WTP mencakup bangunan pengolahan berkapasitas 2×100 kubik per jam, dua bak penampung masing-masing 1.250 kubik, pompa pendorong, serta jaringan listrik sebesar 865 KVH yang diperkuat dengan genset 4×220 KVH.

Distribusi Bertahap, Gratis Selama 3 Bulan

Untuk tahap awal, air akan dialirkan ke rumah warga secara gratis selama tiga bulan, masing-masing dua jam di pagi dan sore hari. Bupati Johannes Rettob menjelaskan bahwa pengoperasian penuh selama 24 jam masih terkendala pembiayaan listrik.

Baca Juga :  MUI Mimika Imbau Masjid Selektif Undang Ustaz Tamu Selama Ramadan

“Kami sudah hitung, kalau dijalankan 24 jam, anggaran listriknya bisa menguras APBD. Maka, kami lakukan bertahap. Ke depan, bisa jadi berbayar agar pelayanan tetap berkelanjutan,” ujar Johannes.

Ia menegaskan, air bersih adalah indikator utama kota yang berkembang. “Jangan sampai pemerintah ada tapi rakyat susah air. Pemerintah harus hadir dan melayani,” katanya.

Warga Sambut Antusias

Perwakilan warga Jalur 5, Petrus Imupiyau, menyampaikan rasa syukur atas realisasi proyek yang telah lama dinantikan itu.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan PTFI. Sekarang kami bisa merasakan air bersih,” ucap Petrus.

Sementara itu, Claus Wamafma dari PTFI menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Mimika.

“Kami percaya, air bersih akan membawa dampak besar bagi generasi masa depan. Ini adalah bagian dari kontribusi PTFI bagi masyarakat yang sehat, maju, dan sejahtera,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat
Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun
Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi
Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga
Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan
Pemkab Mimika Percepat Raperda Perumda Air Minum dan Limbah
Urgensi Ketahanan Keluarga dan Tertib Administrasi di Mimika
Disdukcapil Mimika Edukasi Warga Terkait Regulasi Nikah dan Cerai guna Tekan Konflik Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:56 WIT

Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi

Kamis, 30 April 2026 - 16:49 WIT

Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga

Kamis, 30 April 2026 - 16:41 WIT

Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT