Insiden Penindakan di Tembagapura Sisakan Duka dan Perbedaan Keterangan

Endy Langobelen

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat keamanan mengevakuasi korban tewas dalam peristiwa penindakan di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Aparat keamanan mengevakuasi korban tewas dalam peristiwa penindakan di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Insiden penindakan aparat keamanan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (2/3/2026) lalu, menyisakan duka sekaligus memunculkan perbedaan keterangan antara pihak aparat dan keluarga korban.

Berdasarkan siaran pers Koops TNI Papua tertanggal 4 Maret 2026, peristiwa tersebut bermula ketika kelompok bersenjata disebut melepaskan tembakan di sekitar permukiman warga.

Dalam kejadian itu, seorang ibu rumah tangga dilaporkan mengalami luka tembak pada bagian tangan dan kaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Personel patroli yang menerima laporan warga kemudian bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

Namun, saat proses pengamanan berlangsung, aparat kembali mendapat serangan tembakan.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyatakan aparat melakukan tindakan balasan secara terukur.

“Kelompok bersenjata menembaki personel yang sedang melaksanakan pengamanan dan evakuasi. Tim patroli membalas tembakan secara terukur, sehingga satu pelaku tewas dan enam lainnya berhasil diamankan,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti yang diamankan aparat TNI usai melakukan operasi. (Foto: Koops TNI Papua)
Sejumlah barang bukti yang diamankan aparat TNI usai melakukan operasi. (Foto: Koops TNI Papua)

Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk pistol FN, tiga butir munisi kaliber 9 mm, satu pucuk senapan angin, panah dan busur, satu unit power bank, serta barang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Baca Juga :  Pembunuhan Marak di Mimika, 4 Pria Ditemukan Tewas di Beda Lokasi

Koops TNI Papua menegaskan pengamanan wilayah akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.

Keluarga Tegaskan Korban Bukan TPNPB-OPM

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah korban tewas atas nama Eanus Mom di Distrik Kwamki Narama, Selasa (3/3/2026).

Pantauan Galeripapua.com, jenazah korban tiba sekitar pukul 15.00 WIT menggunakan ambulans TNI. Sekira pukul 16.52 WIT, setelah peti jenazah didatangkan, jenazah diturunkan dari ambulans.

Tangis keluarga pecah saat melihat kondisi korban sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam peti dan disemayamkan di rumah duka.

Pihak keluarga menerima jenazah Eanus Mom di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa (3/3/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Pihak keluarga menerima jenazah Eanus Mom di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa (3/3/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Perwakilan keluarga, Yohanis Amisim, menegaskan bahwa almarhum bukan bagian dari kelompok bersenjata TPNPB-OPM seperti yang disebutkan aparat, melainkan masyarakat biasa yang bekerja sebagai pendulang emas di kawasan Tembagapura.

Baca Juga :  Lakalantas di Mimika Sepanjang Juni - Juli 2025 Cukup Tinggi

“Korban ini masyarakat biasa. Selama puluhan tahun dia naik turun cari makan, mendulang. Uang habis di sini, kembali lagi naik kerja. Namanya juga cari makan,” ujar Yohanis kepada awak media.

“….Tidak ada keterlibatannya (dengan OPM). Dia murni masyarakat. Kemarin dia juga ada di sini ikut perang adat di Kwamki Narama. Setelah damai, dia kembali naik dulang seperti biasa,” tegasnya.

Yohanis menyebut almarhum Eanus Mom diketahui memiliki dua istri dan dua anak perempuan dari salah satu istrinya.

“Sudah besar-besar anaknya. Yang satu ada sekolah,” ujar Yohanis.

Pihak keluarga korban saat diwawancarai awak media di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Pihak keluarga korban saat diwawancarai awak media di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Senada dengan itu, Hellois M. Kemong yang juga merupakan keluarga korban menekankan bahwa almarhum adalah warga sipil yang mencari nafkah untuk keluarganya.

“Tidak boleh ada yang bilang dia TPNPB-OPM. Itu tidak ada. Dia murni masyarakat sipil,” katanya.

Hellois juga mengungkapkan duka mendalam keluarga atas kepergian almarhum yang disebutnya sebagai salah satu tokoh pemuda di lingkungan setempat.

“Kalau lihat kondisi jenazah, kami rasa kehilangan betul. Beliau ini salah satu tokoh pemuda, orang yang disegani,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus
Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Narkoba di Jalan Pattimura Timika
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp900 Juta, Tren Narkoba Melonjak Tajam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:45 WIT

Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam

Senin, 8 Juni 2026 - 15:31 WIT

Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terbaru