JAYAPURA – Aparat kepolisian dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua.
Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari, Rabu (25/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026), aparat berhasil mengungkap jaringan peredaran amunisi ilegal di wilayah Jayapura dan mengamankan empat orang tersangka.
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, AKBP Andria, menyampaikan bahwa keempat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial KO (45 tahun), SMM (40 tahun), HM (53 tahun), dan AKW (51 tahun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keempat tersangka yang diamankan memiliki peran berbeda dalam jaringan ini,” ujarnya dalam siaran pers diterbitkan pada Jumat (27/3/2026).
Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang berkaitan dengan distribusi senjata dan amunisi ilegal di sejumlah wilayah di Papua.
Dari hasil pemeriksaan awal, tiga tersangka yakni KO, SMM, dan AKW diduga berperan sebagai perantara atau fasilitator dalam transaksi ilegal tersebut. Sementara itu, HM diduga menjadi pihak yang menyediakan atau menjual amunisi.
“Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman secara intensif untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” jelas AKBP Andria.
Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa perangkat komunikasi, kendaraan, hingga senjata api rakitan yang diduga digunakan dalam aktivitas ilegal.
Para tersangka dijerat dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nomor 1 Tahun 2023, khususnya Pasal 306 juncto Pasal 20 yang mengatur tentang kepemilikan senjata ilegal serta perbantuan dalam tindak pidana.
Penerapan pasal ini menegaskan bahwa tidak hanya pelaku utama, tetapi juga pihak yang membantu atau memfasilitasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas jaringan peredaran senjata dan amunisi ilegal.
“Penegakan hukum ini dilakukan secara profesional dan terukur sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, memastikan bahwa penyidikan tidak akan berhenti pada penangkapan ini saja.
“Kami memastikan setiap langkah penindakan dilakukan secara terukur agar proses hukum berjalan efektif sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.
Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan di Polda Papua untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.
Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 turut mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran senjata maupun amunisi ilegal dalam bentuk apa pun.
Sebab, selain melanggar hukum, aktivitas tersebut dinilai berpotensi memicu konflik dan membahayakan keselamatan masyarakat sipil.



















