Gedung C2 RSUD Mimika Rp242 Miliar: Solusi Overkapasitas, DPRK Minta Pengawasan Ketat

Ahmad

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama setelah Bupati Mimika, Johannes Rettob, menandatangani nota kesepakatan proyek multiyears pembangunan gedung Rawat Inap C2 RSUD Mimika, di ruang pertemuan rumah sakit, Jumat (10/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Foto bersama setelah Bupati Mimika, Johannes Rettob, menandatangani nota kesepakatan proyek multiyears pembangunan gedung Rawat Inap C2 RSUD Mimika, di ruang pertemuan rumah sakit, Jumat (10/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Tekanan overkapasitas pasien di RSUD Mimika akhirnya direspons serius. Pemerintah Kabupaten Mimika resmi memulai proyek multiyears pembangunan Gedung Rawat Inap Cenderawasih 2 (C2) dengan nilai investasi lebih dari Rp242 miliar.

Penandatanganan nota kesepakatan antara eksekutif dan DPRK Mimika dilakukan di RSUD Mimika, Jumat (10/4/2026), menandai dimulainya proyek strategis yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun anggaran, 2026–2028.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menegaskan bahwa proyek ini merupakan kebutuhan mendesak di tengah tingginya beban layanan kesehatan yang kini melampaui kapasitas ideal rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan gedung perawatan C2 ini kami pandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika,” kata Primus.

Meski menyetujui proyek tersebut, DPRK memastikan fungsi pengawasan akan diperketat, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Ia mengingatkan bahwa proyek bernilai ratusan miliar rupiah ini tidak boleh bermasalah dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

Baca Juga :  Agustinus Marten Mote Jadi Nakes Pertama di Mimika yang Miliki SIP Terintegrasi MPPD

“Oleh karena itu, kami menekankan bahwa pelaksaaan pembangunan ini harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang tepat waktu, pengelolaan anggaran yang efisien dan akuntabel serta tetap mengedepankan kualitas hasil pekerjaan,” imbuhnya.

Primus juga menyoroti potensi kendala administratif yang kerap menjadi hambatan proyek-proyek besar di daerah.

“Kami berharap pelaksanaan ini dapat memberikan kepastian dalam penyesuaian pembangunan serta menghindari terjadinya keterlambatan maupun pembengkakan biaya,” tegasnya.

Skema Multiyears, Satu Kontraktor

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menjelaskan bahwa pembangunan Gedung C2 dilakukan dengan skema tahun jamak karena keterbatasan fiskal jika harus dibangun sekaligus.

Dari total anggaran Rp242 miliar, sebesar Rp72 miliar dialokasikan pada tahun pertama, 2026.

“Jadi, sebenarnya anggaran ini sudah disepakati sebelumnya sebesar Rp242 miliar lebih tapi kita tidak bisa bangun sekaligus makanya anggaran ini kita bangun secara bertahap berdasarkan multiyears,” jelas Johannes.

Baca Juga :  DPMPTSP Gelar Bimtek Implementasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Mikro

Dalam upaya menghindari keterlambatan proyek, pemerintah menerapkan strategi berbeda dengan menunjuk satu kontraktor tunggal hingga proyek selesai.

Langkah ini dinilai sebagai terobosan untuk memutus rantai persoalan klasik dalam proyek tahunan, seperti pergantian kontraktor, penyesuaian teknis ulang, hingga risiko mangkrak.

Dengan skema tersebut, pembangunan diharapkan berjalan lebih terukur, efisien, dan konsisten dari tahap awal hingga akhir.

Jawaban atas Lonjakan Pasien

Gedung Rawat Inap C2 diproyeksikan menjadi solusi konkret atas lonjakan pasien yang selama ini membuat RSUD Mimika bekerja di luar kapasitas ideal.

Kehadiran gedung baru ini tidak hanya menambah daya tampung, tetapi juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Mimika secara keseluruhan.

Dengan nilai investasi besar dan skema pengerjaan jangka panjang, proyek ini kini menjadi ujian serius bagi komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang berkualitas—tanpa kompromi pada transparansi dan mutu pekerjaan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta
Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung
Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat
Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030
Petrosea Percepat Penanggulangan Malaria di Mimika, Ratusan Kelambu Dibagikan ke Masyarakat
Tekan Kasus Malaria, Mimika Baru Bentuk Tim Kelurahan Berbasis Komunitas

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:27 WIT

Urusan Kesehatan Bukan Cuma Tugas Dinas, Dinkes Mimika Gandeng Tokoh Adat dan Kampung

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Sabtu, 25 April 2026 - 15:17 WIT

Bupati Mimika Akui Data Malaria Keliru, Target Eliminasi 2030 Diperkuat

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIT

Mimika Uji Coba Primakuin Dosis Tinggi untuk Kejar Eliminasi Malaria 2030

Berita Terbaru

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Pemerintahan

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Kesehatan - Peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta, pengurangan stigma terhadap pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Jayapura. Galeripapua/ Ikbal Asra

Kesehatan

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT