Pendidikan di Waa Banti Mimika Belum Maksimal, Polisi Buka Kelas Darurat

Ahmad

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan belajar mengajar Honai Polsek Belajar di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

Kegiatan belajar mengajar Honai Polsek Belajar di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Belum maksimalnya aktivitas pendidikan formal di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendorong personel Polsek Tembagapura membuka kelas darurat bagi anak-anak di wilayah pedalaman tersebut, Kamis (11/6/2026).

Melalui program “Honai Polsek Belajar”, sebanyak 30 anak dari kawasan Kali Kabur dan Perkampungan Waa Banti mengikuti kegiatan belajar mengajar yang berlangsung selama dua jam, mulai pukul 08.30 WIT.

Kegiatan tersebut difokuskan pada pengenalan huruf, membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai upaya membantu anak-anak tetap memperoleh pendidikan dasar di tengah keterbatasan akses sekolah formal.

Program ini dipimpin oleh Aipda Lebu Tadan bersama dua personel Polsek Tembagapura. Menurutnya, inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan yang belum berjalan optimal di Kampung Waa Banti.

“Kami tergerak karena sekolah di Kampung Waa Banti saat ini belum berjalan maksimal,” ujar Aipda Lebu Tadan.

“Melihat keceriaan dan semangat ke 30 anak-anak tadi saat belajar membaca, rasa lelah kami langsung hilang. Kami hanya ingin memastikan anak-anak di pedalaman ini tidak tertinggal dan tetap bisa meraih masa depan mereka,” imbuhnya.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu nasional untuk menanamkan semangat kebangsaan kepada para peserta didik. Selanjutnya, anak-anak menerima materi dasar kosakata dua huruf serta latihan membaca dan menulis.

Baca Juga :  Pj Bupati Puncak Jaya Sukses Raih Gelar Doktor Ilmu Sosial dengan Predikat Cum Laude

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, personel kepolisian juga membagikan makanan kotak dan camilan kepada seluruh peserta di akhir kegiatan.

Polsek Tembagapura berharap program tersebut dapat menjadi solusi sementara bagi anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan formal secara optimal.

Kepolisian juga mengajak pemerintah, pihak swasta, serta para orang tua untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Mimika agar mereka tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang
40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut
Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP
Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu
SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa
Ribuan Pelajar Padati Hari Pertama Pendaftaran SMAN 1 Mimika, Sistem Antrean Membeludak
Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka
Rumah Pintar Hadir di Pedalaman Puncak Jaya, Buka Akses Belajar Anak-anak Papua

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:49 WIT

Data Anak Putus Sekolah Tak Akurat, Dinas Pendidikan Mimika Rekap Ulang

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:06 WIT

40 Siswa SD Jayapura Belajar Tangani Cacingan hingga Kesehatan Gigi dan Mulut

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:12 WIT

Hindari Tumpang Tindih, Pemkab Mimika Minta YPMAK Fokus ke Mahasiswa OAP

Senin, 29 Juni 2026 - 09:57 WIT

Menolak Lupa Sejarah: Anak-Anak Sekolah Belajar Warisan Leluhur di Ekowisata Mangrove Pigapu

Senin, 22 Juni 2026 - 14:54 WIT

SPMB 2026 Dibuka, SMP Negeri 7 Mimika Siapkan Kuota 256 Siswa

Berita Terbaru