Suku Sobey Sarmi Sepakati Batas Wilayah Adat Seluas 11 Ribu Kilometer Persegi

Ikbal Asra

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan kampung, pemerintah daerah, dan organisasi pendamping berfoto bersama setelah lokakarya pemetaan partisipatif batas wilayah adat Suku Sobey di Sarmi, Papua, 29 Juni 2026. Foto: Tim Media Yayasan Intsia

Perwakilan kampung, pemerintah daerah, dan organisasi pendamping berfoto bersama setelah lokakarya pemetaan partisipatif batas wilayah adat Suku Sobey di Sarmi, Papua, 29 Juni 2026. Foto: Tim Media Yayasan Intsia

JAYAPURA – Masyarakat adat Suku Besar Sobey di Kabupaten Sarmi, Papua, menyepakati batas luar wilayah adat mereka yang mencakup 12 kampung dalam lokakarya multipihak yang berlangsung pada 29 Juni 2026 di Kampung Tafarewar, Kabupaten Sarmi, Papua. Pertemuan ini melibatkan perwakilan kampung, pemerintah daerah, dan organisasi pendamping.

Luas wilayah adat yang disepakati mencapai sekitar 1.119.520 hektare atau 11.195,2 kilometer persegi. Angka ini diperoleh lewat verifikasi batas berbasis sejarah penguasaan ruang, kesaksian antarmarga, dan penanda alam yang selama ini dipakai warga setempat. Peserta lokakarya menggunakan peta partisipatif awal yang kemudian dikoreksi bersama, segmen demi segmen, dengan mempertimbangkan riwayat pemanfaatan lahan dan perpindahan penduduk di masa lalu.

Direktur Biro Bantuan Hukum Masyarakat Hukum Adat Sarmi, Max Werinussa, mengatakan hasil lokakarya akan menjadi basis legal untuk mendorong pengakuan formal lewat Surat Keputusan Bupati, yang ditargetkan terbit paling lambat Desember 2026. “Wilayah adat sudah ada sebelum kehadiran pemerintah. Kami mendokumentasikan kekayaan alam dan batas-batas ulayat sebagai basis legal,” kata Max dalam rilisnya kepada GaleriPapua,Selasa.

Sejumlah segmen batas masih membutuhkan verifikasi lanjutan. Proses pemetaan akan dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.

Program Manager Yayasan INTSIA Tanah Papua, Yosep Watopa, mengatakan ruang koreksi tetap dibuka bagi masyarakat adat sendiri agar hasil akhir mencerminkan kesepakatan kolektif. “Ruang ini tetap terbuka untuk perbaikan dan koreksi oleh masyarakat adat sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Adat DPMK Sarmi, Yan Serewi, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap lokakarya ini karena dinilai memperkuat kedaulatan Ondoafi dan landasan legal wilayah adat. “Kegiatan ini untuk menegaskan kedaulatan Ondoafi dan memperkuat landasan legal wilayah adat,” kata Yan Serewi.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, mengatakan penetapan batas wilayah diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat adat sendiri. “Kami berharap penetapan ini dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat,” kata Frans Sawen.

Dokumentasi hasil lokakarya, termasuk peta dan catatan pengambilan keputusan, akan menjadi rujukan dalam tahap pemetaan teknis dan penyusunan berkas pengakuan formal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi
Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika
Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan
Kesbangpol Mimika Verifikasi Yayasan Amungsa Cares Papua, Program Eliminasi Malaria Jadi Sorotan
Udara Mimika Diselimuti Asap dan Debu, Yayasan Amungsa Cares Papua Bagikan 2.000 Masker
Jurnalis Mimika Nyalakan Lilin, Dukung Perpanjangan Pencarian 5 Wartawan Hilang di Krakatau

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:01 WIT

Benyamin Magal Ditunjuk Jadi Ketua Caretaker KNPI Papua Tengah, Segera Siapkan Musda

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Jumat, 25 September 2026 - 18:43 WIT

Kedaulatan Masyarakat Adat Tsingwarop di Tengah Arus Investasi

Jumat, 18 September 2026 - 14:27 WIT

Kunjungi 30 Masjid, PW PMI Papua Tengah Dorong Kolaborasi Pengembangan Pemuda Muslim Mimika

Senin, 14 September 2026 - 23:49 WIT

Verifikasi Kesbangpol Jadi Ruang Yayasan Amungsa Cares Papua Kenalkan Program dan Kampanye Kesehatan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT

Ketua PC Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Senin, 5 Okt 2026 - 19:59 WIT