MIMIKA – Israel Junior Edoway berdiri di antara puluhan remaja lain di Hall Gymnasium Mimika Sport Complex, Minggu, 6 Juli 2026. Bocah 13 tahun asal Kabupaten Jayapura itu datang jauh dari kampungnya membawa satu tujuan, lolos ke Final Camp Papua Football Academy (PFA) 2026. Bertahun-tahun ia berlatih sejak usia dini demi hari itu.
“Karena ini momen yang saya tunggu-tunggu, yang saya latihan untuk bisa jadi orang, membanggakan orang tua, bawa nama baik marga, kampung dan keluarga,” kata bek kiri tersebut.
Israel satu dari 59 pesepak bola muda yang berhasil menembus seleksi ketat program PFA Cari Bakat 2026. Angka itu jauh menyusut dari 2.530 anak yang mendaftar di 22 titik seleksi, tersebar dari pesisir hingga pegunungan di 20 kabupaten dan kota, mencakup empat provinsi di Tanah Papua. Proses penjaringan berlangsung hampir dua bulan sebelum akhirnya menyisakan 59 nama yang berhak melangkah ke Mimika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Final Camp digelar pada 6 hingga 12 Juli 2026, menjadi babak penentu sebelum akademi memutuskan 20 anak yang akan menyandang status siswa baru PFA. Selama sepekan, seluruh peserta akan dinilai lewat serangkaian latihan dan pertandingan di bawah pengawasan para pelatih akademi.
Direktur Papua Football Academy Wolfgang Pikal menyambut para peserta dengan menegaskan bahwa setiap anak memulai dari garis yang sama.
“Saya senang sekali 59 anak hasil dari cari bakat di kota-kota dan provinsi di Papua datang ke sini. Di dalam satu minggu di sini, relax, santai, happy-happy, kita main bola, dan persaingan buat kalian di sini sudah sangat bagus. Dari 59 anak kita akan cari 20. Semua punya starting dan pemulaan yang sama. Semua punya chance dan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia berpesan agar para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang sudah mereka rebut susah payah. “Di luar lapangan kita happy-happy, nanti di lapangan saya minta untuk kalian semua main bagus-bagus. Jangan buang kesempatan, karena kalian sudah sampai di sini,” katanya.
Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia Engel Enoch turut hadir dalam pembukaan Final Camp. Ia mengingatkan para peserta soal beratnya jalan yang sudah mereka lalui.
“Saya ingin mengucapkan selamat buat adik-adik kita semua yang ada di sini, 59 anak. Dari 2.530 anak yang mengikuti seleksi, kalian harus bangga bisa ada di sini. Ini proses panjang yang sudah berlangsung hampir dua bulan,” ujarnya.
Bagi Engel, PFA dirancang untuk lebih dari sekadar mencetak pemain bola. “PFA ini bukan cuma bicara sepak bola. Kami yakin anak-anak ini akan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Papua. Yang kami lihat bukan hanya kemampuan bermain bola, tapi juga karakter yang mau bekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah,” katanya.
Enam hari ke depan akan menentukan siapa dari 59 nama itu yang berhak menempati 20 kursi di akademi. Bagi Israel dan puluhan anak lain yang berdiri di lantai gymnasium hari itu, jalan menuju impian mereka baru saja memasuki tikungan paling menentukan.







