MIMIKA — Langkah Sekolah Sepak Bola (SSB) Amungsa FC harus terhenti di fase grup turnamen Piala Presiden U-12 yang digelar di Yogyakarta pada 6–12 Juli 2026.
Wakil Provinsi Papua Tengah ini harus pulang lebih awal setelah hanya mampu mengemas satu kemenangan dari tiga pertandingan.
Meski kalah di papan skor, manajemen tim menilai kompetisi nasional ini menjadi fondasi penting untuk cetak biru pembinaan pesepak bola usia dini di Papua Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Manajer SSB Amungsa FC, Irfan Irianto, mengakui sempitnya waktu persiapan menjadi ganjalan utama timnya.
Proses seleksi pemain hingga pemusatan latihan hanya memakan waktu kurang dari dua pekan, tepat setelah turnamen lokal pra-kualifikasi selama empat hari di Timika berakhir. Kendati demikian, Irfan enggan menjadikannya sebagai alasan.
Bersaing dengan 26 tim dari berbagai penjuru Indonesia, Amungsa FC menghadapi tantangan berat sejak laga pembuka. Pada pertandingan pertama, mental bertanding anak-anak Papua diuji saat kalah telak 0-5 dari tim asal Boyolali.
Evaluasi cepat sempat membuahkan hasil pada laga kedua. Amungsa FC bangkit dan menumbangkan Akademi Persela Lamongan lewat drama hujan gol dengan skor tipis 6-5.
Namun, pada laga penentu, Amungsa FC harus mengakui keunggulan tim Agas asal Sumatra dengan skor 0-3. Hasil ini mengunci perolehan poin mereka di angka tiga dan menutup peluang ke babak gugur.
Fokus Pembinaan Jangka Panjang
Alih-alih meratapi kegagalan, manajemen kini mengalihkan fokus pada program jangka panjang.
Irfan menegaskan, manajemen berkomitmen mematenkan struktur pembinaan untuk kelompok umur U-10 dan U-12 agar memiliki skuad yang lebih matang di kompetisi berikutnya.
“Turnamen di Yogyakarta dipandang bukan sebagai akhir, melainkan sebuah kesempatan krusial bagi para pemain muda Papua untuk memetik pengalaman bertanding di level tertinggi,” ujar Irfan via telepon, Selasa (7/7/2026).
Misi pembinaan bakat muda Papua ini mendapat dukungan penuh dari Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, yang memfasilitasi seluruh akomodasi dan operasional tim selama di Yogyakarta.
Dukungan ini sejalan dengan visi besar untuk melahirkan generasi baru pesepak bola modern dari Mimika dan Papua Tengah yang mampu menembus tim nasional di masa depan.
Usai turnamen di Yogyakarta, skuad Amungsa FC dijadwalkan segera kembali ke Papua untuk memulai program pemusatan latihan berkala yang lebih tertata.







