MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika meminta memfokuskan dukungan pendidikan pada mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) agar tidak terjadi tumpang tindih program dengan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Antonius Welerubun, mengatakan selama ini pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat telah memberikan intervensi yang cukup besar bagi pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA dan SMK.
“YPMAK tidak perlu masuk terlalu jauh di PAUD sampai SMA dan SMK. Kami berharap mereka fokus pada mahasiswa,” kata Antonius di Kantor DPRK Mimika, Jalan Cenderawasih, Timika, Papua Tengah, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, sekolah negeri saat ini telah didukung berbagai sumber pembiayaan seperti dana BOS, BOPDA, serta pembiayaan tenaga pendidik yang ditanggung pemerintah.
Sementara itu, kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi masih memerlukan perhatian lebih, terutama bagi mahasiswa asli Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar Papua.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan dana beasiswa sebesar Rp12,4 miliar yang bersumber dari dana Otonomi Khusus bagi mahasiswa Orang Asli Papua.
Antonius menjelaskan, penyaluran beasiswa nantinya akan menggunakan standar dan kriteria yang lebih ketat agar bantuan benar-benar diterima mahasiswa aktif dan memiliki peluang menyelesaikan studi.
“Kami sudah menyiapkan draf kriteria. Untuk mahasiswa Amungme dan Kamoro minimal IPK 2,75, sedangkan mahasiswa Papua lainnya minimal 3,0,” ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan sistem tersebut dilakukan setelah adanya temuan dari terkait penerima bantuan pendidikan yang ternyata sudah lulus atau tidak lagi aktif kuliah.
Karena itu, pemerintah daerah melakukan verifikasi ulang data mahasiswa penerima bantuan sebelum penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dengan YPMAK.
“Kami sudah dua kali bertemu dengan YPMAK. Harapan kami nanti dalam MoU dan PKS ada pembagian tugas yang jelas antara Dinas Pendidikan dan YPMAK sehingga program pendidikan berjalan lebih efektif,” kata Antonius.
Sementara itu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka menyatakan pihaknya saat ini telah menyediakan kuota beasiswa bagi 15 mahasiswa untuk melanjutkan studi di UPN Veteran Yogyakarta serta 156 kuota beasiswa prestasi bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri.
Menurut dia, penambahan kuota beasiswa di luar jumlah tersebut belum dapat dilakukan karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kami harus jaga agar program-program lain tetap berjalan sehingga anggaran yang ada digunakan secara proporsional,” katanya.
Leonardus menambahkan hingga saat ini YPMAK telah melayani lebih dari 4.000 penerima beasiswa yang tersebar di Mimika, Tanah Papua maupun luar Papua.
YPMAK bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dipastikan terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terbaik bagi keberlanjutan pendidikan generasi muda Mimika.






