Kasus Proyek RBLH di Hoya Masih Tahap Penyelidikan, Belum Ada Tersangka

Ahmad

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mimika, I Putu Eka Suyantha. (Foto: Istimewa)

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mimika, I Putu Eka Suyantha. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika meluruskan informasi mengenai perkembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Baru Layak Huni (RBLH) di Distrik Hoya, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Pihak kejaksaan menegaskan bahwa kasus yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut saat ini masih berada dalam tahap penyelidikan (lidik), bukan penyidikan (sidik).

Dengan demikian, kejaksaan membantah kabar yang menyebutkan telah mengantongi identitas tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mimika, I Putu Eka Suyantha, menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya peristiwa pidana serta perbuatan melawan hukum dalam proyek tersebut.

“Kalau terkait perumahan, nah, supaya nanti tidak salah teman-teman kayak kemarin itu ada berita ‘sudah mengantongi tersangka’. Itu kan prosesnya masih penyelidikan. Penyelidikan itu kita menemukan peristiwa hukum, peristiwa pidana. Terus nanti setelah naik (ke penyidikan), baru kita tentukan nanti ininya (tersangka),” ujar Putu Eka.

Baca Juga :  Kasus Penembakan Warga Sipil di Yahukimo Masuk Pantauan Komnas HAM

Selanjutnya, dalam perkembangan terbaru, tim jaksa penyelidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Berdasarkan hasil keterangan sementara, kontraktor penanggung jawab proyek diketahui bukan merupakan warga lokal Timika.

“Kalau pemeriksaan-pemeriksaan, kontraktornya ini sudah kita lakukan pemeriksaan juga. Yang dapat (kontrak) memang bukan orang dari Timika,” ungkap Kajari Mimika.

Dari hasil penyelidikan sementara, fisik bangunan yang terealisasi baru berjumlah 7 unit rumah yang terletak di dalam satu lokasi. Jumlah ini diklaim sudah sesuai dengan kuantitas yang tertera di dalam kontrak.

Kendati demikian, jaksa tetap mendalami apakah ada aturan atau ketentuan hukum yang dilanggar dalam pelaksanaannya. Jika nantinya tidak ditemukan unsur pidana, kejaksaan berjanji akan menyampaikan konfirmasi resmi penutupan kasus kepada publik.

Baca Juga :  Penyelesaian Tapal Batas, Tim Harmonisasi Tiga Kabupaten Bakal ke Kapiraya

Sebagai informasi, objek yang tengah diselidiki oleh Kejari Mimika ini merupakan proyek pembangunan tujuh unit rumah layak huni pada tahun anggaran 2025 di Distrik Hoya.

Proyek ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, dengan nilai kontrak sekitar Rp8 miliar (pagu anggaran Rp8.750.000.000).

Penyelidikan kasus ini berjalan secara resmi berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Mimika Nomor: PRIN-03/R.1.19/Fd.1/05/2026 yang diterbitkan sejak 29 Maret 2026.

Hingga kini, pihak kejaksaan masih terus bekerja mengumpulkan keterangan dan mendalami potensi kerugian negara.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru