MIMIKA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Timika memastikan ketersediaan tiket dan kapasitas angkutan laut selama musim libur Semester 2026 dalam kondisi aman.
Meskipun diperkirakan terjadi lonjakan penumpang dari Pelabuhan Pomako, Pelni menilai kapasitas armada yang tersedia masih mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
Kepala Cabang Pelni Timika, Sigit Sujatmoko, mengatakan peningkatan jumlah penumpang pada masa libur sekolah menjadi tren yang terjadi setiap tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, jumlah penumpang pada periode libur sekolah cenderung lebih tinggi dibandingkan masa libur hari raya keagamaan
“Hari libur sekolah sama hari raya, lebih banyak penumpang pada hari libur sekolah karena hari libur sekolah itu tidak mengenal hari raya, muslim, nasrani, buddha, hindu. Semua kepercayaan menikmati hari libur ini,” kata Kepala Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, saat ditemui Galeripapua.com di Kantor Cabang Pelni Timika, Jalan Kartini, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pada periode libur sekolah sebelumnya jumlah penumpang KM Tatamailau yang biasanya berada di kisaran 600 orang meningkat hingga mencapai sekitar 900 penumpang.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 7 hingga 12 persen dari kondisi normal.
Mayoritas penumpang yang memanfaatkan kapal Pelni selama musim liburan berasal dari keluarga yang melakukan perjalanan menuju wilayah Maluku, khususnya Tual dan Dobo.
Meski demikian, Sigit memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan tiket. Ia menjelaskan bahwa istilah “tiket habis” yang sering muncul sebenarnya lebih mengacu pada keterbatasan tempat tidur atau seat di atas kapal, bukan kapasitas penumpang secara keseluruhan.
“Jadi alternatif untuk penumpang misalkan tiket habis. Sebenarnya itu bukan tiket habis, tapi terbatasnya seat di atas kapal, terbatasnya tempat tidur di atas kapal kasur itu, tapi penumpang yang tidak mendapatkan seat tempat tidur itu diberikan layanan peminjaman matras di atas kapal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KM Tatamailau memiliki kapasitas reguler lebih dari 1.000 penumpang. Pada masa puncak angkutan seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru maupun libur sekolah, Kementerian Perhubungan memberikan dispensasi penambahan kapasitas sehingga kapal dapat mengangkut hingga sekitar 1.400 penumpang.
Selain KM Tatamailau, Pelni juga akan kembali mengoperasikan KM Leuser dan KM Sirimau yang saat ini tengah menjalani docking atau perawatan rutin. Kedua kapal tersebut dijadwalkan kembali melayani Pelabuhan Pomako pada Juli mendatang.
“Jadi untuk masa liburan sekolah ini dikarenakan dua kapal kami dok ya, tapi bulan Juli ini sudah masuk, insya Allah itu tidak terjadi apa namanya, kejadian seperti 12-12-2025, ya insya Allah, bulan Juli sudah melayari memasuki pelabuhan pomako,” jelasnya.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan alternatif transportasi laut lainnya seperti Kapal Sabuk Nusantara 75 yang dioperasikan Pelni dengan rute Agats-Pomako-Sorong melalui sejumlah pelabuhan di Papua dan Maluku. Selain itu terdapat kapal perintis swasta yang melayani rute menuju Merauke, Tual maupun Dobo.
Dengan berbagai pilihan armada tersebut, Pelni optimistis kebutuhan transportasi masyarakat selama musim liburan dapat terpenuhi.
Sigit juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berangkat apabila kuota penumpang pada suatu pelayaran telah terpenuhi. Menurutnya, pembatasan kapasitas dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran.
“Misalkan tiket memang habis, karena memang quotanya yang udah itu, jangan dipaksakan lagi. Karena kan membahayakan juga kan, membahayakan pelayaran, membahayakan penumpang itu sendiri. Kan juga kita masih ada kapal berikutnya,” ungkapnya.
Selain menyiapkan armada, Pelni saat ini juga memberikan program diskon tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar bagi masyarakat. Program tersebut berlaku hingga 15 Agustus 2026 selama kuota subsidi masih tersedia.
Pembelian tiket dengan tarif diskon telah dibuka sejak 6 Juni 2026 dan dapat dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile maupun kanal resmi lainnya.
Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa seluruh armada Pelni menjalani docking secara rutin sebagai bagian dari kewajiban standar keselamatan internasional. Menurutnya, perawatan berkala dilakukan untuk memastikan kapal tetap dalam kondisi prima saat melayani masyarakat.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Karena itu seluruh kapal menjalani docking secara rutin sesuai standar internasional. Saat kembali beroperasi nanti, armada kami dipastikan dalam kondisi prima dan siap melayani masyarakat,” pungkasnya.








